Sabtu, 16 November 2019


Tokoh Agama dan Etnis Landak Sepakat Jaga Kerukunan Kalimantan Barat

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1549
Tokoh Agama dan Etnis Landak Sepakat Jaga Kerukunan Kalimantan Barat

PERNYATAAN BERSAMA - Ketua DPRD Landak yang juga Ketua DAD, Heri Saman saat menandatangani pernyataan bersama menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi di Landak. (SP/Devi)

NGABANG, SP - Tokoh lintas agama dan etnis di Kabupaten Landak, membuat pernyataan bersama, menyikapi situasi dan kondisi bangsa yang terjadi di Kalimantan Barat.  Kesepakatan tercapai dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diinisiasi langsung Penjabat Bupati Landak, Jakius Sinyor, Rabu (18/1).  

Ada delapan poin pernyataan bersama yang intinya; mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap menjunjung tinggi Empat Pilar Kebangsaan. 

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Landak, Heri Saman mengatakan, DAD Landak sudah membuat pernyataan untuk melihat perkembangan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia, termasuk di Kalbar. 

"Kami di DAD Landak tetap menyikapi situasi yang berkembang saat ini. Kami juga sudah membuat beberapa pernyataan sikap yang intinya menginginkan situasi dan kondisi bangsa bisa aman dan kondusif, termasuk di Kalbar," ujar Heri.  

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Landak, Hamdani Djalil mengakui, jika jauh hari sebelumnya MABM Landak sudah menyikapi situasi dan kondisi di Indonesia.  

"Pada waktu itu kita ikut menandatangani pernyataan sikap. Intinya, pernyataan sikap itu untuk memelihara keutuhan empat pilar kebangsaan," ujarnya.  

Ketua Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Landak, Ediyanto alias Acien mengaku prihatin dengan melihat situasi dan kondisi bangsa saat ini.   "Kita tentu harus menyikapi permasalahan ini dengan kepala dingin," ucapnya singkat.  

Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Landak, H M Romdhani mengakui, jika MUI Landak sebelumnya sudah membuat imbauan untuk menyikapi situasi dan kondisi bangsa yang terjadi saat ini.  

"Saya juga meminta kita harus selektif untuk mendatangkan para ulama, pendeta, pastor dan tokoh agama lainnya," pinta Romdhani.    

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Landak, Pdt Johan meminta kepada umat beragama, tetap mengedepankan toleransi antarumat beragama.  

"Kami dari FKUB Landak belum terusik dengan kejadian saat ini. Bagi kami Landak masih aman. Mari kita jaga terus kerukunan antar umat beragama di Landak ini. Ingat, kita semua adalah sama," ingatnya. (dvi/loh)


Baca Juga:
Wali Kota Larang Gaduh di Pontianak
Petani  Bengkayang Bergairah, Harga Karet Rp 18 Ribu/ Kilogram
Pemkab Landak Tunggu Surat Penetapan HET Gula