Jalan Selojeng Memprihatinkan

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 363

Jalan Selojeng Memprihatinkan
BECEK – Seorang warga melintas di ruas jalan becek di Jalan Selojeng, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Minggu (4/6). Masyarakat diminta berhati-hati ketika melintas di ruas jalan itu. SUARA PEMRED/DEVI ZULKARNAIN
LANDAK, SP - Infrastruktur jalan masih menjadi persoalan utama di Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, khususnya di Jalan Selojeng RT 04/RW 10 Dusun Tungkul. Ruas jalan tanah merah yang dibangun pada tahun 2006 lalu, kini kondisinya memprihatinkan.

 Menurut Ketua RT 04/RW 10, Muhammad Jais, jalan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang berdomisili di Jalan Selojeng.
"Kami melaksanakan kerja bakti setiap hari Minggu untuk merampungkan pembukaan bodi jalan tersebut. Tapi sekarang kami sudah tidak mampu lagi untuk melaksanakan kerja bakti. Sebab, setiap kali jalan ini dibetulkan, rusak lagi. Percuma saja," ujar Jais, Minggu (4/6).

Ia berharap Pemkab Landak supaya segera memperbaiki ruas jalan itu. "Apalagi sekarang ini kita memiliki Bupati dan Wakil Bupati Landak yang baru. Saya berharap mereka bisa mendengarkan keluhan kami ini. Sebab sudah banyak para pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintas jalan tersebut karena becek," harapnya.

Jais mengaku jika ia sudah pernah mengajukan perbaikan ruas jalan itu beberapa kali, baik ke Dinas PU Landak, Bupati Landak dan DPRD Landak.
"Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali. Sayapun sudah memposting kondisi jalan kami melalui media sosial. Tapi pun belum ada tanggapan juga dari pihak terkait," akunya.

 Tidak hanya itu, lanjut Jais, Kepala Desa (Kades) Hilir Kantor juga sudah pernah mengajukan perbaikan ruas jalan itu ke Pemkab Landak.
"Bulan lalu saya ajukan lagi untuk perbaikan jalan itu ke kades. Pak Kades bilang ke saya, kalau bisa kita bagi anggaran desa untuk perbaikan jalan itu, tentu akan kita bagi anggarannya," ucap Jais meniru ucapan Kades Hilir Kantor.

Ia menuding, rusaknya jalan Selojeng dikarenakan sering dilalui truk bermuatan kelapa sawit. Selain itu, sering juga dilalui mobil pick up pengangkut material bangunan. "Kami berharap supaya jalan kami ini di aspal. Jika dibiarkan seperti ini terus, tentu jalan kami sepanjang 1 KM dan lebar 8 meter akan bertambah rusak parah. Apalagi jika dimusim penghujan. Banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh di jalan itu," katanya.

 Jaispun mempertanyakan ruas jalan Selojeng sudah sering dilakukan pengukuran oleh instansi berwenang di Landak.
"Tapi sampai sekarang jalan kita itu belum juga dilakukan perbaikan. Padahal ruas jalan ini banyak digunakan warga di Jalan Selojeng untuk beraktivitas sehari-hari. Apalagi di jalan kami ini ada sekolah," ucapnya. (dvi/bah)