Langganan SP 2

Sekolah Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 206

Sekolah Siap Terapkan Sekolah Lima Hari
BELAJAR – Siswa-siswi SMP sedang belaajr di ruang kelas. Pada tahun ajaran mendatang, Kemendikbud akan memberlakukan waktu sekolah bagi para pelajar selama lima hari dalam sepekan.
LANDAK, SP - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberlakukan waktu sekolah bagi para pelajar selama lima hari dalam sepekan yakni Senin hingga Jumat. Sistem inipun akan berlaku pada tahun ajaran mendatang.

 Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Landak, Aspansius akan tetap mengikuti terus aturan dari pusat, termasuk waktu sekolah selama lima hari dalam sepekan, ditambah dengan delapan jam pelajaran.

 "Kami tidak mau uji coba. Kita tetap menyesuaikan saja peraturan pusat itu," ujar Aspan, Jumat pekan lalu di Kantor Bupati Landak.

 Dikatakan, apabila ada aturan dari pusat tentang sekolah yang dimulai Senin hingga Jumat, mau tidak mau dan suka tidak suka aturan itu tentu harus diikuti.
"Selama ini pelajar SD dan SMP di Landak masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Jika aturan sekolah hanya lima hari, pulangnya diprediksi pada pukul 14.00 WIB. Waktu istirahat pukul 12.30 WIB," katanya.

 Sementara itu untuk di Landak sendiri ada sekolah yang sudah menerapkan aturan sekolah selama lima hari dalam seminggu. Sekolah tersebut yakni SD Terpadu Al Fikri Ngabang.

 Menurut Kepala SD Terpadu Al Fikri Ngabang, Aliasfar, pemberlakuan sekolah selama lima hari dalam seminggu itu sudah dilaksanakan sejak tiga tahun lalu.
"Kita mulai sejak tahun pertama yakni tahun ajaran 2014/2015 hingga sekarang. Ini sudah sesuai dengan program dari pusat melalui Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)," jelas Aliasfar di Ngabang, Minggu (11/6).

 Dikatakan, dengan pemberlakuan sekolah lima hari di sekolahnya itu, para peserta didik masuk sekolah tetap pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB.
"Jumlah jam pelajaran efektifnya lima jam. Tapi kalau ditambah dengan jam istirahat, menjadi tujuh jam," katanya.

Ia menilai, waktu sekolah selama lima hari itu memang cukup efektif. "Model pembelajaran seperti ini malah membuat anak betah di kelas dan menyenangkan. Awalnya sih memang ada orangtua murid yang keberatan. Mereka malah meminta supaya anak-anak pulang setelah Salat Zuhur. Akhirnya, kita memberikan penjelasan kepada orangtua murid bahwa ini sudah sesuai program dari JSIT," jelasnya. (dvi/bah)