Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Disita

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 332

Makanan dan Minuman Kedaluwarsa Disita
BERIKAN ARAHAN - Tim pemantau gabungan Pemkab Landak memberikan arahan kepada karyawan salah satu mini market di Kota Ngabang. Pemantauan produk mamin yang dilakukan ini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1438 yang tinggal menghitung hari. SUARA
LANDAK, SP - Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak kembali memantau produk makanan dan minuman (mamin) yang dijual di sejumlah toko dan mini market yang ada di Kota Ngabang, Kamis (15/6). Hasilnya, menyita produk mamin kedaluwarsa. Sedangkan produk yang sudah tidak layak jual lagi, diminta supaya segera mengembalikannya ke agen.

"Kita juga meminta pemilik toko maupun mini market yang kedapatan menjual produk yang kedaluwarsa dan tidak layak edar untuk menandatangani surat pernyataan yang intinya tidak lagi menjual produk itu,” kata anggota tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Landak, Sandra.

Di dalam surat pernyataan itupun ada ancaman sanksi tegas bagi pemilik toko dan mini market yang masih kedapatan menjual produk mamin yang tidak layak jual. Tim yang terdiri dari Bagian Perekonomian Setda Landak, Bappeda Landak, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Landak, Dinas Kesehatan Landak, Satpol PP Landak dan Badan Pusat Statistik (BPS) Landak tersebut dibagi dalam lima kelompok. Mereka menyebar di sejumlah toko dan mini market di Kota Ngabang.

Sandra mengatakan, pemantauan produk mamin yang dilaksanakan tersebut dalam rangka menghadapi hari Raya Idul Fitri 1438 H.

   "Sebelumnya, sudah ada tim gabungan yang turun melakukan pemantauan dengan melibatkan Polres Landak. Tapi tim kali ini kita tidak melibatkan Polres, murni dari Pemkab Landak ditambah BPS Landak," ujar Sandra. Dikatakan, selain memantau produk mamin yang sudah kedaluwarsa dan tidak layak jual, tim juga memantau harga sembako yang ada di pasaran Ngabang.

"Memang kita masih menemukan adanya produk mamin yang tidak layak jual. Sedangkan untuk harga bawang putih di pasaran Kota Ngabang yang sempat tinggi, tapi kini harganya sudah turun berkisar antara Rp. 35 ribu perkilo sampai Rp. 40 ribu perkilo. Harga sembako lain tetap normal dalam menghadapi lebaran mendatang," kata Kepala Seksi (Kasi) Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DPPKP Kabupaten Landak ini. (dvi/bah)