Kantor Dinkes Landak Sepi

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 437

Kantor Dinkes Landak Sepi
SIDAK - Kepada Dinas Kesehatan Landak, Karolin berpesan untuk menjaga kebersihan lingkungan kantor saat inspeksi mendadak (sidak) di kantor itu, Rabu (5/7).
LANDAK, SP - Sebelum menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS daerah Kabupaten Landak dari formasi tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementerian Kesehatan RI, Rabu (5/7) kemarin, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyempatkan diri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kesehatan Landak.

  
Dalam sidak tersebut, sejumlah pertanyaanpun diajukan Karolin secara bertubi-tubi kepada pegawai yang ada di instansi tersebut. “Pada ke mana? Absen mana absennya? Berapa orang staf di sini?" tanya Karolin sambil mondar mandir mencari pegawai di instansi itu yang tampak sepi.

Salah seorang pegawai di Dinkes Landak memberikan penjelasan bahwa, situasi kantor yang sepi karena banyak bidang yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar di Desa Ansang, Kecamatan Menyuke. Tidak hanya pegawai yang terlihat sepi. Genangan air di selokan di ruang lain dari instansi tersebut juga tak luput dari perhatian Karolin.

“Ini yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Di Dinas Kesehatan aja menggenang airnya,” kata Karolin.

Pastikan  Tersedia


Lebih lanjut, Karolin Margret Natasa meminta Dinas Kesehatan setempat untuk lebih bijak mengatur pendistribusian obat-obatan kepada setiap Puskesmas atau Puskesmas pembantu, agar ketersediaan obat-obatan selalu ada bagi masyarakat.

"Terkait stok obat di Dinas Kesehatan Landak, memang ada beberapa jenis obat yang telah habis dan sedang dalam proses pengiriman contohnya Amoxcilin sirup, Paracetamol, dan Asam Mefenamat,” katanya.
Dirinya berpesan jika ada stok obat yang habis, maka para pegawai di Dinkes, khususnya pihak yang menangani ketersediaan obat-obatan, harus bisa memahami sifat dan fungsi dari obat-obatan tersebut.

Karolin berharap Dinkes maupun puskesmas dapat mengganti obat-obatan yang habis dengan jenis obat lainnya yang sama fungsi dan cara kerjanya.

"Maksud saya, jadi kalau ada stok obat yang habis itu tidak harus panik. Misalnya Paracetamol itu tidak ada, bisa diganti dengan jenis lainnya seperti Ibuprofen, Natrium Diclofenac, Asam Mefenamat, yang fungsinya juga sama," tutur Karolin.

Sebelum keluar dari gudang obat-obatan milik Dinkes Kabupaten Landak, dokter yang pernah bertugas di Puskesmas Mandor itu berpesan agar memperhatikan tanggal kedaluwarsa setiap obat-obatan yang tersimpan di gudang dan tidak ada transaksi jual beli ketika ada permintaan dari pihak puskesmas.

"Pokoknya jangan ada yang sampai expired. Bilang staf yang lain juga untuk efektif dan efisien dalam pendistribusian obat dan jangan sampai ada bayar-membayar ya dari puskesmas," tuturnya. (dvi/bah)

Komentar