Penyaluran Anggaran Desa Mulus

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 366

Penyaluran Anggaran Desa Mulus
BANGUN JALAN – Sejumlah tukang bangunan dibantu beberapa warga sedang membangun jalan di sebuah desa. Diharapkan, ketersediaan anggaran desa yang besar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dasar di desa.
LANDAK, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DSPMPD) sudah menyalurkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017 tahap pertama. Pencairannya pun dikabarkan sudah seratus persen.

Kepala Bidang (Kabid) Keuangan dan Aset Desa DSPMPD Kabupaten Landak, Sarimin mengatakan, ADD dan DD tahap pertama yang disalurkan itu sebesar 60 persen. Sedangkan pada tahap kedua akan disalurkan sebesar 40 persen yang diperkirakan pada Agustus ini.

   “Tapi dengan catatan desa harus sudah menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan ADD dan DD tahap pertama. Paling lama laporan itu sudah masuk ke kita pada bulan Agustus juga," ujar Sarimin di kantornya, baru-baru ini.

Dikatakan bahwa untuk Lpj penggunaan ADD dan DD tahun 2016 dari desa se Landak sudah masuk semua ke Pemkab Landak. "Lpj terakhir yang masuk pada bulan Mei kemarin. Makanya penyaluran tahap pertama ini sudah mencapai seratus persen. Penyalurannya pun tidak ada kendala. Penyaluran tersebut kita lakukan pada 22 Juni hingga 10 Juli lalu," akunya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, Yohanes mengakui, sebagian anggaran desa tahap pertama itu sudah dibagikan. "Secara khusus untuk gaji aparatur desa sudah terealisasi dan pembangunan fisik yang juga sudah terealisasi. Sedangkan yang belum terealisasi hanya dana pelatihan, ATK desa, langganan koran. Sekitar 100 juta lebih yang belum kita realisasikan," jelas Yohanes, belum lama ini.

Dikatakan, untuk pembangunan fisik yang sedang dibangun di Desa Hilir Kantor berupa pembangunan jalan rabat beton dan jembatan. "Demikian juga dengan penggunaan ADD dan DD tahap kedua. Ada juga pemasangan keramik di Posyandu di Tanjung," katanya.

Ditanya soal pembangunan ruas jalan Selojeng yang sempat dikeluhkan ketua RT setempat di media sosial, ia mengatakan, pembangunan jalan tersebut tidak memakai anggaran desa. "Sebab ada bantuan dana dari provinsi melalui DAK. Awalnya memang dari ADD. Tapi kita melihat takut terjadinya tumpang tindih pembangunan, maka kita memakai skala prioritas berdasarkan hasil Musrenbang desa, rencana kerja desa dan RPJMDes," ucapnya. (dvi/bah)