Kantor Pertanahan Ukur Ulang Tanah Persekolahan Makedonia

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 365

Kantor Pertanahan Ukur Ulang Tanah Persekolahan Makedonia
UKUR TANAH - Petugas Kantor Pertanahan Landak mengukur ulang tanah di persekolahan Makedonia Ngabang, Kamis (10/8).
LANDAK, SP - Kasus dugaan pencaplokan tanah milik warga yang dilakukan persekolahan Makedonia Ngabang terus berlanjut. Pada Kamis (10/8) Kantor Pertanahan Kabupaten Landak melakukan pengukuran ulang terhadap tanah yang disengketakan tersebut di Dusun Jamai Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang.  

Sebelumnya, pemilik tanah, Ferdinan mengaku jika tanahnya yang tidak jauh dari persekolahan Makedonia Ngabang dicaplok oleh pihak sekolah.   Ferdinan mengatakan bahwa berdasarkan sertifikat hak milik yang dikeluarkan Kantor Pertanahan Landak Nomor 2613 tahun 1998 atas namanya dan hasil pengukuran bersama antara pemilik sah atas tanah dan perwakilan Yayasan Makedonia Ngabang pada 20 Juli 2017 lalu, ditemukan pagar persekolahan dan jalan masuk yang dibangun serta dipergunakan persekolahan itu telah melampaui batas tanah seluas 1.050 meter persegi.  

Ferdinan mengaku tidak pernah melakukan perjanjian jual beli atau perjanjian tertulis apapaun dengan pihak yayasan.   "Apalagi sejak tahun 2005 sampai saat ini pihak yayasan telah menggunakan tanah tersebut dan telah membuat pagar dan akses jalan masuk persekolahan tanpa seijin saya," kata Ferdinan.   Sementara Kepala Seksi (Kasi) Infrastruktur Pertanahan Kantor Pertanahan Landak, Eduardus Edy mengatakan, setelah dilakukan pengukuran, ternyata sementara ini pagar yang dibangun sepanjang 24 meter.  

"Kemudian dalam sertifikat itu harusnya 22,9 meter. Sepertinya ada kelebihan waktu memagar. Masalah pagar dan lain sebagainya merupakan kewenangan pihak Pak Ferdinan dengan pihak yayasan," ujar Edy usai pengukuran.   Edy menegaskan, permasalahan dugaan pencaplokan tanah tersebut harus dibicirakan lagi oleh kedua belah pihak.   "Kita hanya memediasi saja," ucap Edy.   Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Landak, Aspansius mengatakan, permasalahan tersebut sudah diinvestigasi di lapangan oleh Polres Landak.  

"Selama ini proses kegiatan belajar mengajar di persekolahan Makedonia Ngabang masih berjalan seperti biasa," kata Aspansius.   Aspansius mengatakan, kalau memang tanah milik masyarakat itu diambil oleh pihak yayasan, tentu tinggal dihitung saja.

"Artinya, apakah mau diganti rugi atau ada cara yang lainnya. Saya berharap kasus ini jangan sampai masyarakat dirugikan," harap Aspansius. (dvi/bah)
 

Komentar