Karolin Kunjungi Korban Banjir

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 388

Karolin Kunjungi Korban Banjir
KUNJUNGI WARGA - Bupati Landak, Karolin mengunjungi warganya, korban banjir melahirkan ketika pemukimannya diterjang banjir di Desa Jatak, Rabu (6/9).
LANDAK, SP - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa segera mengunjungi Dewi Susanti (37), seorang ibu yang sulit melahirkan, begitu menerima Short Massage Service (SMS/pesan singkat elektronik) dari warga, Rabu (6/9).   Kunjungan itu disegerakan oleh Karolin lantaran pemukiman di Dusun Jatak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke merupakan satu dari beberapa kawasan yang terkena banjir.  

“Saya menerima kabar kalau ada warga Desa Jatak yang mengalami kesulitan saat melahirkan. Sebelumnya, tentu saya tahu kondisi di Jatak terkena bencana banjir. Jadi, saya langsung menuju Jatak,” ujar Karolin.    Karolin mengaku khawatir terhadap kondisi sang ibu dan putranya karena harus melahirkan dalam kondisi tempat tinggalnya diterjang banjir. Belum lagi sang ibu mengalami kesulitan saat melahirkan.

  “Gimana saya gak khawatir. Bayangkan saja, ibu ini dipanggul beramai-ramai dari daerah banjir ke tempat yang lebih tinggi. Setelah itu baru dilakukan proses persalinan. Sayapun ada bawa empat perahu karet untuk evakuasi warga,” pungkas Karolin.   Sesampainya di rumah Dewi, Karolin langsung menggendong dan memeluk bayi yang terbaring di samping Dewi.   

Sementara suami Dewi, Dedi mengatakan, istrinya kali ini melahirkan anak ketiga. Diceritakan bahwa Dedi mengaku kebingungan ketika istrinya hendak melahirkan lantaran kondisi rumahnya yang terendam banjir.   "Kami tidak memiliki perahu untuk membawa istri saya. Istri saya susah melahirkan. Akhirnya, kami kasih kabar ke keluarga untuk minta tolong. Rupanya pesan kami itu sampai ke Ibu Bupati,” ujar Dedi.  

Melihat kondisi istrinya yang semakin melemah, Dedi beserta keluarga dan para tetangganya memanggul sang istri beramai-ramai keluar dari rumah dan berjalan melewati air menuju daratan yang cukup tinggi.  

"Kemudian, baru dilakukan proses persalinan. Tinggi permukaan air yang mencapai dada orang dewasa ditambah arus yang cukup deras membuat kami sedikit kewalahan dan harus berhati-hati saat memanggul istri saya itu. Untunglah pada akhirnya semuanya lancar," kata Dedi. (dvi/bah)