Langganan SP 2

Banjir Rusak Area Sawah

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 209

Banjir Rusak Area Sawah
BANJIR – Banjir menerjang area sawah. Petani terancam gagal panen. Di Landak, Pemkab setempat menyiapkan bantuan sembako kepada korban banjir.
LANDAK, SP - Banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak mengakibatkan lahan pertanian mengalami rusak berat. Seperti di Kecamatan Menyuke dan Kacamatan Meranti, lahan pertanian mengalami kerusakan.   Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan, kerugian akibat terendamnya areal persawahan tersebut mencapai Rp446 juta.  

"Total area sawah yang rusak berat sekitar 30,24 hektare dan area sawah yang terdampak banjir sekitar 170 hektare," ujar Karolin, Jumat (8/9) lalu.   Dikatakan, berdasarkan hasil pantauan langsung yang dilakukan Karolin, banjir yang melanda Kecamatan Menyuke dan Kecamatan Meranti yang terjadi hampir sepekan lalu telah menyebabkan sektor pertanian mengalami kerugian.  

"Hal ini tentu memberikan imbas bagi perekonomian petani. Kita akan segera mengambil langkah untuk meringankan beban petani dengan melakukan beberapa kebijakan," janjinya. 

  Langkah-langkah yang diambil tersebut seperti program jangka pendek yakni pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa pihak terkait seperti Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan Landak untuk memberikan bantuan beras dan sembako bagi masyarakat yang terendam banjir.  

“Sebab, para petani sudah gagal panen. Tentunya bantuan beras ini sangat diperlukan masyarakat," ucapnya.   Demikian juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak. Pihaknya akan meminta bantuan dari BPBD Kalbar melalui BPBD Landak untuk penanganan korban banjir.  

“Sedangkan untuk mengembalikan produktivitas pertanian masyarakat, kita juga akan melakukan program penanaman kembali, baik secara swadaya maupun dengan bantuan pemerintah," ungkapnya.    Karolin berjanji hal ini akan didorong terus supaya potensi pertanian yang ada di Landak tidak terpengaruh oleh musibah banjir, meskipun nantinya akan terjadi pergeseran masa panen.  

"Kita juga akan segera melakukan program normalisasi saluran pembuangan air pada lahan pertanian masyarakat, baik dengan pembuatan parit maupun dengan penyediaan mesin pompa air. Hal ini dilakukan supaya sawah warga yang tergenang banjir bisa segera ditanam kembali,” katanya.  

Harapannya, dengan langkah cepat yang dilakukan bisa meringankan beban warga yang menjadi korban banjir.   “Kalau tidak kita ambil langkah-langkah seperti ini, dikhawatirkan masyarakat akan kehilangan mata pencariannya, bahkan trauma untuk menanam padi kembali," ungkapnya. (dvi/bah)