Langganan SP 2

Penyelidikan Kasus Tangki ‘Kencing’ Dipertanyakan

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 98

Penyelidikan Kasus Tangki ‘Kencing’ Dipertanyakan
Ilustrasi
SANGGAU, SP – Tokoh masyarakat Sanggau, Ade Imran mempertanyakan penyelidikan kasus BBM ‘kencing’ di jalan yang dilakukan Polres Sanggau. Menurutnya, kasus tersebut harus diusut tuntas dan dibawa sampai ke meja pengadilan.  

“Kasus ini perlu dikembangkan. Kalau mobil pengangkut BBM jenis bensin dan solar yang kencing itu dari arah Sungai Batu, ada beberapa perusahaan di situ. Salah satunya PLN. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini,” tegas Ade yang juga Sekretaris Partai Hanura Kabupaten Sanggau ini, kemarin.  

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Polres Sanggau berhasil mengungkap kasus BBM ‘kencing’ atau penyelewengan BBM di jalan. Jumat (22/9) pagi, dua mobil tangki dengan nomor polisi KB 9531 AG dan KB 5535 FA diamankan usai ‘kencing’ di depan Jalan Perintis, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.  

Mobil milik Pertamina tersebut diketahui dari arah Sungai Batu. Namun belum diketahui pasti tujuan mobil tersebut. Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolres Sanggau, AKBP, Oki Waskito.   “Betul, sekarang baru diselidiki untuk temukan pidananya,” kata Kapolres saat dikonfirmasi via seluler, kemarin.  

Menurut Oki, mobil tangki yang diamankan tersebut membawa BBM jenis bensin dan solar. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan atas barang bukti yang ditemukan di lapangan.   “Sabar ya mas, biar terang dulu posisi kasusnya,” jawab Kapolres singkat.   Sebelumnya, kasus ini juga mendapat perhatian Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi. Legislator PDI Perjuangan ini berharap polisi dapat mengungkap kasus tersebut sampai tuntas.  

“Kita dukung aparat mengusut tuntas kasus ini agar penyelewengan BBM ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” harapnya.   Kepada pihak pertamina, Jumadi meminta agar memberikan tindakan tegas kepada sopir kedua tangki yang kedapatan ‘kencing’ di jalan.  

“Menurut saya, penyelewengan BBM ini sudah masuk pelanggaran berat. Pertamina harus memberikan sanksi tegas agar kedepan tidak ada lagi sopir-sopir nakal yang berani melakukan hal seperti ini,” ujarnya.  

Jumadi juga meminta pihak pertamina mengambil langkah cepat untuk menjamin pasokan dan penyaluran BBM ke wilayah timur Kalbar, khususnya Kabupaten Sanggau tidak terkendala akibat kasus ini.   “Jangan gara-gara kasus ini mendistribusian BBM ke wilayah timur Kalbar terganggu, khususnya di Kabupaten Sanggau,” timpalnya. (jul/bah)