Dua Penderita DBD Meninggal

Landak

Editor Tajil Atifin Dibaca : 324

Dua Penderita DBD Meninggal
FOGGING – Petugas sedang melakukan fogging. Fogging efektif untuk memutus rantai penularan DBD dan penyakit lain yang ditularkan nyamuk.
LANDAK, SP - Kabupaten Landak mulai dilanda musim penghujan. Sejumlah penyakit pun mulai mengancam, satu di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD).  

Sesuai data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Landak, dari bulan Januari hingga awal Oktober 2017 ini, sebanyak 120 masyarakat dari 16 Puskesmas se Landak menderita DBD. Dari 120 orang itu, dua orang meninggal dunia. Kedua korban itu ada di Puskesmas Senakin dan Puskesmas Ngabang.  

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Landak, M Nurainy Sitinjak, berbagai cara sudah dilakukan Dinkes Landak untuk mencegah DBD tersebut.  

"Upaya pencegahan itu seperti melakukan fogging di daerah yang emendis DBD, pemberian Abate dan upaya lainnya," ujar Sitinjak di kantornya, Rabu (4/10).
 

Dikatakan, upaya pencegahan DBD yang paling efektif yakni melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus secara rutin.  

"3M Plus tersebut yakni Menguras, Menutup dan Menyingkirkan atau mendaur ulang. Sedangkan Plus di antaranya yakni memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar atau rusak, membuang air pada tampungan air di dispenser, tidak menggantungkan pakaian di dalam maupun di luar kamar, menggunakan kelambu pada saat tidur dan menggunakan lotion anti nyamuk," jelasnya.  

Sedangkan untuk kegiatan fogging yakni penyemprotan larvasida ke rumah penderita DBD dan rumah sekitarnya dengan radius 100 meter dari rumah penderita DBD.
 

"Kami belum mampu melaksanakan fogging massal dikarenakan keterbatasan anggaran. Berdasarkan laporan di daerah lain, pelaksanaan fogging yang dilakukam terus-menerus dapat menimbulkan resisten terhadap obat larvasida yang disemprotkan, sehingga tidak efektif lagi untuk membasmi nyamuk penyebab DBD," jelasnya.
 

Selain itu, ada juga program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dari pusat pada tahun 2017 ini.   "Kita sudah ada pelatihan Jumantik. Kita memberdayakan kader kesehatan untuk satu desa satu petugas Jumantik. Kita pun akan mencoba bertahap untuk menjalankan program Jumantik ini di Landak. Tapi pada intinya, upaya pencegahan DBD harus dilakukan oleh seluruh masyarakat secara rutin," harap Sitinjak. (dvi/bah)