Pemerintah Siapkan Posko Pengungsian

Landak

Editor Tajil Atifin Dibaca : 297

Pemerintah Siapkan Posko Pengungsian
BERTAHAN – Warga yang rumahnya terkena banjir tetap bertahan di rumah meski air semakin meninggi. Pemerintah setempat telah menyiapkan posko pengungsian untuk masyarakat korban banjir.
LANDAK, SP - Masyarakat di Kota Ngabang Kabupaten Landak mulai dihantui banjir besar yang akan menghadap sejumlah wilayah yang ada di kota tersebut. Wilayah-wilayah yang sudah biasa menjadi langganan banjir rata-rata berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngabang.  

Pantauan kemarin pagi seperti di daerah Tanjung Dusun Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, banjir sudah mulai menggenangi jalan dan masuk ke rumah penduduk setinggi 50 sentimeter.  
Selain itu, banjir juga menggenangi ruas jalan di daerah Sungai Buluh di dusun yang sama. Akibat ruas jalan yang terendam banjir, akses transportasi masyarakat terhambat.  

Demikian juga di Dusun Pesayangan, ketinggian air sudah memasuki dalam rumah warga setinggi 10 senti sampai 20 senti. Dusun Rai Desa Raja juga sudah menjadi langganan banjir, Banjir di Dusun itupun sudah mulai menggenangi jalan dan rumah penduduk. Akses transportasi masyarakatpun lumpuh.  

Tidak hanya itu, akses jalan raya yang menghubungkan Desa Raja dan Desa Hilir Tengah nyaris terendam banjir. Jika terjadi hujan dibagian hulu sungai Ngabang, dikhawatirkan ketinggian air banjir kiriman itu akan membanjiri ruas jalan raya itu.  

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak bersama Polres Landak terus melakukan pemantauan di lokasi banjir tersebut.    Sementara itu, posko pengungsian korban banjir di Ngabang sudah disiapkan. Posko pengungsian itu akan menggunakan gedung Swadaya Ngabang.   

Warga Dusun Pesayangan Desa Raja Kecamatan Ngabang yang kerap kali menjadi langganan banjir, hingga kemarin masih terus bertahan di rumahnya. Apalagi dusun tersebut memang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngabang.  

Salah satu warga setempat, Wan Agustian mengaku, hingga siang kemarin genangan air banjir di Dusun Pesayangan terus naik.  

"Semua masyarakat Dusun Pesayangan masih terus bertahan di kediamannya masing-masing meskipun genangan air terus meninggi," ujar Wan Agustian, Kamis (5/10).  

Dijelaskan, ketinggian banjir di Dusun Pesayangan itu sudah mencapai sekitar satu meter.  

"Diperkirakan genangan air banjir terus meninggi mengingat curah hujan di Landak masih tinggi. Kita juga tetap mewaspadai adanya banjir kiriman dari hulu sungai Ngabang," katanya.   Diakuinya, masyarakat setempat sudah tahu apa yang harus dilakukan jika di dusunnya terendam banjir.  

"Masyarakat sudah mengantisipasi dengan membuat loteng untuk menyimpan barang-barang berharga, termasuk penghuninya. Hingga saat ini, masih belum ada instruksi bagi masyarakat untuk mengungsi di dataran yang tinggi.

Tim BPBD Landakpun terus melakukan pemantauan kondisi banjir di dusun kami," jelasnya.  

Akibat banjir yang melanda Dusun Pesayangan, akses transportasi masyarakat juga lumpuh.   "Masyarakat sulit beraktivitas. Termasuk anak-anak sekolah," ucapnya. (dvi/bah)