Cornelis Heran Landak Masih Miskin

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 426

Cornelis Heran Landak Masih Miskin
Gubernur Kalbar, Cornelis memberikan arahan saat membuka Raker yang berlangsung di aula Kantor Bupati Landak. Gubernur mengaku aneh mengapa angka kemiskinan di Landak tinggi.
LANDAK, SP – Gubernur Kalbar, Cornelis heran angka kemiskinan di Landak masih tinggi. Padahal, jumlah penduduk di kabupaten itu tak sepadat di daerah-daerah di pulau Jawa.

  
“Aneh bin ajaib mengapa desa di Landak ini angka kemiskinannya tinggi dibandingkan dengan Pulau Jawa. Di Jawa itu angka kemiskinannya tinggi, memang wajar. Sebab luas Jawa itu setengah luas dari Kalbar,” kata Cornelis saat membuka Rapat Kerja Gubernur Kalbar bersama bupati, camat dan kepala desa (Kades) se Kabupaten Landak di aula Kantor Bupati Landak, Kamis (2/11).

   “Kita penduduknyapun hanya lima sekian juta. Kalau di Jawa penduduknya sekian ratus juta. Kalau di Jawa berdesak-desakan, wajar. Kalau mereka miskin, wajar juga. Tapi kalau kita ini apa sih yang nyuruh miskin? Ndak ngerti saya," ungkap mantan Bupati Landak dua periode ini. Cornelis mengatakan, saat ini desa sudah diberi anggaran desa. Bahkan, tahun ini anggarannya naik.

"Kalau masih miskin, aku ndak ngerti lagi. Hal ini harus direnungkan dan dipikirkan oleh masyarakat kita bersama kades dan tokoh masyarakat. Kita cari penyebabnya mengapa kita miskin. Kita cari juga dimana salahnya," kata Cornelis. Tema yang diusung dalam Raker tersebut yakni Melalui Raker Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kita Perkuat Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa Gguna Mewujudkan Desa yang Maju, Mandiri dan Sejahtera.

Hadir dalam pembukaan itu Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman, Wakil Bupati, Herculanus Heriadi, Pj Sekda Landak, Ketua TP PKK Kalbar, jajaran Forkompimda Kalbar dan Landak serta para undangan lainnya.

Dalam arahannya, Karolin menyinggung masih tingginya angka kemiskinan di sejumlah desa yang ada di Landak. "Dari 156 desa di Landak, sebanyak 89 persen merupakan desa tertinggal dan sangat tertinggal. Dari 89 persen itu, 50,64 persen merupakan desa sangat tertinggal dan 36,4 persen merupakan desa tertinggal," ungkap Karolin.

Karolin menganggap, hal tersebut merupakan salah satu tantangan terbesar bagi Landak yang harus segera dilakukan upaya luar biasa. "Sehingga dengan adanya upaya yang luar biasa itu, ke depan sedikit demi sedikit hal ini dapat diperbaiki," kata Karolin. Karolin mengaku, jika melihat di atas kertas angka kemiskinan di Landak, sakit kepala.

"Tetapi dengan adanya komitmen pusat untuk memberdayakan desa, saya melihat adanya suatu titik terang atau harapan dengan melalui program Dana Desa ini," kata Karolin. Ia berharap melalui program Dana Desa itu bisa sungguh-sungguh dapat dimanfaatkan oleh kades dan seluruh seluruh masyarakat desa bersama Pemkab Landak dengan dibimbing dan dibina oleh Pemprov. "Dengan demikian kita dapat meningkatkan kehidupan masyarakat kita yang ada di Landak ini," harapnya. (dvi/bah)