Herculanus Sebut Transaksi Non Tunai Tingkatkan Transparansi

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 216

Herculanus Sebut Transaksi Non Tunai Tingkatkan Transparansi
SOSIALISASI - Sejumlah jajaran Pemkab Landak saat mengikuti sosialisasi pelaksanaan transaksi non tunai di Kantor Bupati Landak, Selasa (12/12). (SP/Devi)
NGABANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menerbitkan Intruksi Bupati tentang Pelaksanaan Transaksi Non Tunai di lingkungan pemerintah daerah tanggal 20 September 2017. 

Intruksi bernomor 903/403/III-BPKAD/2017 segera mengintruksikan Sekretaris Daerah (Sekda), para Assisten, Kepala SKPD dan para camat se Landak untuk mengimplementasikannya.

Selain itu, mereka juga diminta untuk melakukan pemantauan atas pelaksanaan dan kendalanya sesuai dengan tugas masing-masing.

Wakil Bupati (Wabup) Landak, Herculanus Heriadi mengatakan, dikeluarkannya Intruksi Bupati itu untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota tanggal 17 April 2017. 

"Dalam Surat Edaran itu Pemerintah Pusat menginstruksikan seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran daerah yang dilakukan oleh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran wajib dilakukan secara non tunai paling lambat 1 Januari 2018 ini, " kata Herculanus, Selasa (12/12).

Dalam era sekarang ini telah terjadi pergeseran sistem pembayaran yang menggunakan instrumen tunai secara berangsur beralih menuju penggunaan instrumen non tunai. Transaksi non tunai merupakan proses pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Sistemnya dengan menggunakan alat pembayaran berupa kartu, cek, bilyet giro, uang elektronik atau sejenisnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan transaksi non tunai tersebut merupakan upaya peningkatan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah di Landak. 

"Tujuannya, untuk mewujudkan penyelenggaraan urusan pengelolaan keuangan daerah yang tepat, cepat, aman, efisien dan bersih," terangnya.

Dengan diterapkannya transaksi non tunai, ada sejumlah manfaat yang akan diperoleh. Diantaranya, transaksi menjadi lebih mudah, cepat dan aman. Kemudian, efisiensi pengelolaan uang, transaksi lebih akuntabel dan mengurangi kejahatan keuangan. 

“Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan transaksi non tunai ini yang akan diberlakukan secara nasional pada 1 Januari 2018 ini. Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar," harapnya. (dvi/ang)