Warga Desa Parek Kesulitan Dapat Layanan Kesehatan

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 158

Warga Desa Parek Kesulitan Dapat Layanan Kesehatan
Ilustrasi. Net
LANDAK, SP - Kepala Desa (Kades) Parek, Kecamatan Air Besar, Lorensius merespons positif tindakan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang langsung menindaklanjuti postingan atau unggahan masyarakat melalui media sosial. Unggahan itu berisi keluhan salah seorang warga Desa Parek terkait ketiadaan sopir ambulans di RSUD Landak untuk mengantar jenazah ke Desa Parek. 

Mendengar kabar itu, Karolin langsung mendatangi RSUD Landak, Selasa (2/1) untuk meminta klarifikasi terkait unggahan warga. 

Lorensius pun mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD Landak yang sudah sigap menanggapi postingan masyarakat itu. 

"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya ambulans RSUD Landak yang sudah membantu keluarga jenazah untuk membawa jenazah itu ke Desa Parek. Padahal ambulans yang digunakan tersebut bukan diperuntukan untuk mengantar jenazah, tapi untuk mengantar pasien rujukan," ujar Lorensius, Kamis (4/1).

Ia mengakui, akses jalan menuju Desa Parek buruk. Di samping itu, ruas jalan terbilang ekstrem. 

"Apalagi di musim penghujan seperti ini. Tentu harus membutuhkan perjuangan untuk menembus jalan itu menuju Desa Parek," katanya.

Loren mengungkapkan bahwa selama ini warga Desa Parek sangat kesulitan jika mengalami sakit. 

"Memang ada anjuran dari Puskesmas Serimbu di Kecamatan Air Besar yang meminta masyarakat Desa Parek yang ingin berobat, harus melalui Puskesmas Serimbu. Namun permasalahannya, tidak memungkinkan untuk membawa pasien sakit parah ke Puskesmas Serimbu,” jelasnya.

Alasannya yakni karena ruas jalan dari Desa Parek menuju Serimbu banyak jembatan yang putus, sehingga susah dilalui kendaraan roda empat. 

Ia menambahkan, masyarakat Desa Parek lebih memilih berobat ke Ngabang karena akses jalan yang bisa dilalui kendaraan mobil. 

"Dari Desa Parek, kami menembus jalan ke Desa Angkanyar, Desa Munggu dan langsung ke Ngabang," jelasnya.

Selain itu, banyak juga masyarakat Desa Parek yang berobat ke Kabupaten Bengkayang, tepatnya di Puskesmas Suti Semarang dengan berjalan kaki kurang lebih satu jam. 

"Secara kebetulan akses jalannyapun bisa ditembus masyarakat, meskipun hanya merupakan jalan tikus. Masyarakat membawa pasien dengan cara digotong," katanya.

Lorensius mengakui, Pemerintah Desa Parek sudah berupaya untuk menempatkan tenaga kesehatan di desa tersebut. 

"Warga saya yang merupakan tenaga bidan siap bertugas di desa saya. Yang bersangkutanpun masih menjalani masa training (percobaan) di Puskesmas Serimbu selama tiga bulan. Setelah mengikuti training, tenaga kesehatan itu akan ditempatkan di Pustu Desa Parek," terangnya. (dvi/bah)