PN Ngabang Gelar Sidang Ujaran Kebencian, Massa FPDL Minta Terdakwa Ditahan

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 230

PN Ngabang Gelar Sidang Ujaran Kebencian, Massa FPDL Minta Terdakwa Ditahan
SIDANG - Terdakwa ujaran kebencian terhadap Presiden MADN yang juga mantan Gubernur Kalbar, Cornelis, duduk dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ngabang, Rabu (25/4). (SP/Devi)
Juru Bicara FPDL Landak, Sarmianus Senki.
"Kita bersama teman-teman FPDL mengawal proses persidangan kedua terhadap kasus ini. Harapan kita hari ini (kemarin) PN Ngabang melakukan penahanan terhadap tersangka,” 

NGABANG, SP
- Pengadilan Negeri (PN) Ngabang Kabupaten Landak menggelar sidang perkara ujaran kebencian melalui unggahan di media sosial kepada Presiden Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) yang juga mantan Gubernur Kalbar, Cornelis, Rabu (25/4). 

Unggahan itu pun menyeret salah satu oknum PNS berinisial PR ke meja hijau. Sidang kali ini beragendakan mendengar pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Sarwaniansyah terhadap esepsi dakwaan oleh JPU pada sidang sebelumnya.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Ketua PN Ngabang, I Dewa G Budhy Dharma yang didampingi dua Hakim Anggota, Indra Joseph Marpaung dan Firdaus Sodiqin. Juga hadir terdakwa dan sejumlah perwakilan Forum Pemuda Dayak Landak (FPDL). Kasus postingan ujaran kebencian ini memang mendapat pemantauan dan pengawalan dari FPDL.

Sebelum sidang, puluhan anggota FPDL mendatangi PN Ngabang. Mereka menuntut supaya terdakwa dipenjarakan.

"Kita bersama teman-teman FPDL mengawal proses persidangan kedua terhadap kasus ini. Harapan kita hari ini (kemarin) PN Ngabang melakukan penahanan terhadap tersangka,” kata juru bicara FPDL Landak, Sarmianus Senki.

“Sebab, menurut kami proses hukum kasus ini sudah cukup lama sejak April 2017 lalu. Namun proses hukum baru berjalan sekarang," timpalnya.  

Ia menilai apa yang sudah dilakukan terdakwa memang sudah melukai masyarakat Landak khususnya para pemuda.

"Makanya kami mendatangi PN Ngabang untuk mengawal jalannya persidangan. Harapan kami, PN Ngabang segera melakukan penahanan terhadap terdakwa. Jangan sampai kasus ini terulang terus di di daerah kita," harapnya.

Senki meminta PN Ngabang untuk memberikan rasa keadilan yang seadil-adilnya dalam kasus tersebut. Perlu diketahui juga, dugaan ujaran kebencian yang dilakukan terdakwa terhadap tokoh masyarakat Landak Cornelis, sudah dianggap sebagai orangtua dan sesepuh di Kabupaten Landak. 

“Oleh sebab itu, kita bersama beberapa Ormas yang ada ikut hadir di PN Ngabang dalam rangka mengawal kasus ini," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada PN Ngabang supaya segera menahan terdakwa.

"Tapi nampaknya hari ini (kemarin) terdakwa tidak ditahan. Namun kita tetap mengawal kasus ini dengan hadir di PN Ngabang sampai proses hukum ini berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat kita," tegasnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Sarwiniansyah mengatakan, surat dakwaan yang dilakukan JPU tersebut memiliki kelemahan dan kekurangan. Sehingga, surat dakwaan yang sudah disampaikan pada sidang sebelumnya terkesan dibuat terburu-buru. Uraian di dalam dakwaan itu tidak mencantumkan atau menghubungkan antara perbuatan terdakwa dengan Pasal 40 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Informasi dan Teknologi Informasi (ITE).

Sebelumnya, kasus ujaran kebencian ini ditangani Polres Landak. Karena pemberkasan sudah lengkap, Polres Landakpun melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Landak.

Sidang kasus ujaran kebencian itu akan dilanjutkan pada sidang yang akan berlangsung 7 Mei 2018 mendatang dengan agenda sidang jawaban JPU terhadap nota pembelaan kuasa hukum terdakwa.

Sambut Baik Proses Hukum

Tokoh masyarakat adat Dayak Kanayatn Kabupaten Landak, Vinsensius Syaidina menyambut baik adanya proses hukum terhadap kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden MADN Cornelis, yang juga mantan Gubernur Kalbar dua periode tersebut.

"Kita sambut baik dengan diprosesnya kasus ini oleh pihak-pihak berwenang. Oleh karena itu kita harus menghormati lembaga hukum yang sedang memproses kasus ini. Kita percayakan penanganan kasus ini kepada aparat hukum," harap Syaidina.

Ia juga berharap kepada masyarakat pengguna media sosial (Medsos) supaya bisa menggunakannya dengan baik. Jangan sampai mengunggah hal-hal yang dapat mengganggu situasi dan kondisi Kamtibmas yang sudah aman dan kondusif ini. Apalagi sebentar lagi kita akan melaksanakan Pilgub Kalbar. 

“Mari kita pertahankan terus situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif ini khususnya di Landak," ajaknya.

Kepada masyarakat ia berharap supaya bisa melihat kasus tersebut dengan bijak dan kepala dingin. Silakan kalau hendak menyampaikan aspirasi terhadap penyelesaian kasus ini. Tapi, sampaikanlah aspirasi itu dengan baik. 

“Kita harus mempecayai aparat hukum untuk menyelesaikan kasus ini, " pintanya. (dvi/ang)