Program Kampung KB Meningkatkan Kualitas Hidup Warga

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 128

Program Kampung KB Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
PENYULUHAN - Camat Ngabang Yosep memberikan arahan saat menghadiri penyuluhan KKBPK di Desa Rasan, Ngabang, Kamis (3/5). Desa Rasan sendiri ditetapkan sebagai kampung KB di kecamatan setempat. (Ist)
NGABANG, SP - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Landak melaksanakan kegiatan penyuluhan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kantor Desa Rasan, Kecamatan Ngabang, Rabu (2/5). 

Program ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengatasi masalah kependudukan.

Hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut, Camat Ngabang, Yosep; Kabid KB Dinas P2KBP3A Landak, Catur Sekar Dewi; Kepala Desa Rasan Susanto, Ketua dan anggota BPD Rasan; Bhabinkamtibmas Desa Rasan Bripka Ya Hendri; Babinsa Desa Rasan; para Kadus di Desa Rasan dan perangkat desa lainnya; TP PKK Desa Rasan; dan sejumlah kader Posyandu.

Dalam arahannya, Camat Ngabang Yosep mengatakan, sesuai program yang dicanangkan, pemerintah menunjuk satu desa pada setiap kecamatan untuk dijadikan sebagai kampung KB.

"Untuk Kecamatan Ngabang ini, Desa Rasan kita tetapkan sebagai kampung KB. Diharapkan untuk kedepannya, program ini akan memberikan keselarasan hidup dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas hidup serta kesejahteraan," harapnya.

Kabid KB Dinas P2KBP3A Landak, Catur Sekar Dewi mengatakan, kampung KB merupakan program yang dicanangkan pada era Presiden Joko Widodo. Kampung KB itupun setara tingkat RW dan menjadi skala prioritas berdasarkan kriteria tertentu, sehingga dapat ditunjuk menjadi kampung KB.

Salah satu hal yang menjadi penilaian ditetapkannya kampung KB yakni jumlah penduduk yang tumbuh pesat dan tidak terkendali dalam satu tempat dengan tingkat kemiskinan di atas rata-rata. Penilaian lainnya yakni, sarana maupun prasarana pendukung yang minim dan kurang memadai.

Kampung KB merupakan program nasional yang dapat menggali berbagai persoalan yang muncul di masyarakat untuk diselesaikan. Bukan hanya masalah KB yang meliputi tingginya angka pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, tapi juga masalah lainnya.

Permasalahan tersebut seperti di bidang pendidikan yang masih rendahnya minat anak-anak untuk bersekolah dan masalah buta huruf. Di bidang kesehatan seperti, tingginya angka kematian ibu dan anak, masalah sanitasi serta masalah pengandangan hewan ternak untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Bidang infrastruktur diantaranya, ketersediaan jalan desa, jembatan dan jalan lingkungan desa serta jalan usaha tani desa, penerangan listrik dan lain sebagainya. Sementara bidang pertanian meliputi pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman obat atau apotek hidup dan sayuran untuk pangan dan lain-lain. 

“Saya juga berharap setiap SKPD terkait dapat masuk melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap program kampung KB ini, " pintanya. (dvi/ang)