Sekolah Larang Pelajar Coret Baju, Siswa di Ngabang Kenakan Pakaian Nasional

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 245

Sekolah Larang Pelajar Coret Baju, Siswa di Ngabang Kenakan Pakaian Nasional
PENGUMUMAN KELULUSAN – Sejumlah peserta didik di SMA Takhassus Alquran Ngabang yang dinyatakan lulus UNBK menyalami para gurunya usai menerima hasil kelulusan. Di Ujian Nasional tahun ini, SMA tersebut meluluskan seratus persen peserta didiknya. (SP/Devi)
Wakil Kepala SMKN 1 Ngabang, M Anwar
"Sebelumnya kita bersama komite sekolah sudah mengimbau kepada orangtua dan pelajar SMKN 1 Ngabang supaya tidak melakukan konvoi dan coret-coret baju seragam untuk merayakan kelulusan," 

NGABANG, SP – Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) bagi pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Kota Ngabang, Landak, berjalan aman dan lancar. Tidak ada aksi coret-coret baju seragam seperti yang lazim dilakukan pelajar saat merayakan kelulusan, karena pihak sekolah telah mengantisipasi aksi-aksi tersebut.

Seperti di SMK Negeri 1 Ngabang misalnya, pelajar yang akan menerima menerima hasil kelulusan diminta mengenakan kebaya bagi pelajar wanita dan baju batik bagi pelajar pria. Tidak ada aksi coret baju yang dilakukan pelajar di sekolah itu untuk merayakan kelulusannya. Apalagi, mereka menyertakan masing-masing orangtua.

"Sebelumnya kita bersama komite sekolah sudah mengimbau kepada orangtua dan pelajar SMKN 1 Ngabang supaya tidak melakukan konvoi dan coret-coret baju seragam untuk merayakan kelulusan," kata Wakil Kepala SMKN 1 Ngabang, M Anwar.

Ia menegaskan, jika masih ada pelajar SMKN 1 Ngabang yang melakukan konvoi dan coret baju seragam, mereka nantinya diwajibkan untuk mengurus surat-surat administrasi usai kelulusan ke Disdikbud Kalbar.

"Ini sebagai dasar kepada pelajar supaya tidak melakukan konvoi dan coret baju seragam. Sebab, perbuatan tersebut lebih banyak tidak baiknya daripada baiknya. Kita juga meminta peran serta dari orangtua murid supaya bisa mengontrol anaknya usai pembagian amplop kelulusan ini," ucap Anwar.

Disinggung soal hasil UN peserta didik di sekolah tersebut, untuk UN tahun 2018 ini, SMKN 1 Ngabang meraih kelulusan seratus persen. Jumlah peserta didik yang terdaftar sebagai peserta UN sebanyak 333 peserta. Tapi yang mengikuti UN sebanyak 329 peserta. “Semua peserta didik yang mengikuti UN itu meraih kelulusan seratus persen," jelasnya.

Hal sama juga dilakukan oleh SMA Takhassus Al Quran Ngabang. Para peserta didik di sekolah itu diwajibkan untuk mengenakan kebaya bagi pelajar wanita dan jas lengkap bagi pelajar pria. Pengambilan amplop kelulusan di sekolah itupun dilakukan oleh masing-masing orangtua murid. Tidak ada aksi coret baju dan konvoi kendaraan yang dilakukan oleh peserta didik di sekolah tersebut.

Kepala SMA Takhassus Al Quran Ngabang, Muhdi sudah menegaskan, kepada peserta didiknya supaya tidak melakukan aksi coret baju dan konvoi ke jalan untuk merayakan kelulusan.

"Memang perayaan kelulusan dengan cara mencoret baju seragam sekolah dan konvoi kendaraan di jalan raya identik dengan perayaan kelulusan ujian SMA. Tapi untuk di SMA kami, aksi seperti itu memang sangat dilarang keras," tegasnya.

Ia menambahkan, sesuai ajaran Islam, aksi coret baju itu termasuk dalam memubazirkan barang. Apalagi memubazirkan barang itu adalah bagian dari yang tidak diperbolehkan di dalam kitab suci.

"Saya lihat para peserta didik kita sudah paham dengan hal itu. Makanya pada kegiatan penerimaan amplop kelulusan ini, para peserta didik mengenakan pakaian yang sudah kami minta sebelumnya, sehingga mereka tidak melakukan aksi coret baju," kata tenaga pengajar di SMAN 1 Ngabang ini.

Muhdi juga mengucapkan rasa syukurnya karena UNBK tahun ini, peserta didiknya lulus seratus persen berdasarkan hasil rapat dan nilai yang ada.

"Tahun ini ada 30 peserta yang mengikuti UNBK di sekolah kami. Mereka terdiri dari program IPA dan IPS. Alhamdulillah, semuanya lulus," ucapnya.

Acara pembagian amplop kelulusan UN di SMA Takhassus Alquran itupun dihadiri juga anggota DPR RI Dapil Kalbar, Daniel Johan. Hadir juga Ketua Yayasan Nurul Islam Ngabang, Iskandar beserta jajaran pengurus, tokoh masyarakat, orangtua murid dan undangan lainnya.

Dukung Kebijakan Sekolah

Salah satu orangtua murid SMKN 1 Ngabang, Irwanto merespon positif langkah yang diambil pihak sekolah untuk mencegah peserta didiknya melakukan coret baju seragam dan konvoi kendaraan saat merayakan hasil kelulusan ujian.

"Saya rasa langkah yang diambil oleh pihak sekolah sudah tepat. Saat ini tidak ada lagi aksi coret-coret baju seragam sekolah dan konvoi kendaraan saat merayakan kelulusan," kata dia.

Orangtua tetap memberikan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh sekolah demi kebaikan dan masa depan anaknya. Asalkan kebijakan itu merupakan kebijakan yang positif.

"Seperti kebijakan sekolah yang meminta pelajar untuk mengenakan pakaian nasional saat menerima amplop kelulusan ini. Kalau mereka memakai baju seragam, kita khawatir anak-anak akan melakukan aksi coret baju seperti yang sudah-sudah, bahkan sampai melakukan konvoi di jalan raya," katanya. (dvi/ang)