4 Siswa SMP 2 Ngabang Tak Lulus, Kepala Sekolah Sebut Hasil Ujian Tidak Memuaskan

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 470

4 Siswa SMP 2 Ngabang Tak Lulus, Kepala Sekolah Sebut Hasil Ujian Tidak Memuaskan
BAGIKAN SURAT - Kepala SMPN 2 Ngabang Emi Inen menyalami orangtua peserta UNBK yang memiliki nilai tertinggi di sekolah tersebut, Senin (28/5). Ujian tahun 2018 ini, dari 234 peserta didik yang terdaftar sebagai peserta ujian, empat peserta tidak lulus. (
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngabang, Emi Inen
"Tahun ini, jumlah persentase kelulusan UN di Landak sebesar 96 persen. Sebab, dari peserta didik SMPN 2 Ngabang yang terdaftar sebagai peserta ujian sebanyak,” 

NGABANG, SP – Pelaksanaan pembagian surat kelulusan Ujian Nasional di sejumlah SMP/MTs di Kabupaten Landak khususnya di Kota Ngabang yang dilaksanakan Senin (28/5), berlangsung aman dan tertib. 

Seperti misalnya di SMP Negeri 2 Ngabang. Terlihat para peserta didik yang semuanya mengenakan pakaian batik ditemani masing-masing orangtua untuk menerima surat tanda kelulusan. Hanya saja ada empat siswa yang dinyatakan tidak lulus sekolah.

"Tahun ini, jumlah persentase kelulusan UN di Landak sebesar 96 persen. Sebab, dari peserta didik SMPN 2 Ngabang yang terdaftar sebagai peserta ujian sebanyak,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngabang, Emi Inen, Selasa (29/5).  

Dia menyebut, empat siswa yang tidak lulus itu diantaranya ada yang memang ikut ujian, tapi tidak mengikuti rangkaian kegiatan secara penuh, sehingga tidak memenuhi syarat untuk lulus ujian. Kemudian, ada juga peserta yang sudah mengundurkan diri, namun namanya masih terdaftar sebagai peserta ujian.

Diakuinya, nilai hasil ujian di SMPN 2 Ngabang yang ditetapkan sebagai sekolah rujukan atau percontohan, masih sangat minim. Dia menyebut, nilai tertinggi yang sekarang ini ada di SMPN 2 Ngabang 293,5 yang diraih oleh Jasmiati dan Cristianus David Baran Ngo. 

“Karena memiliki nilai yang sama, akhirnya kita melakukan seleksi absensi. Dari hasil seleksi itu, juara pertama diraih Jasmiati. Tempat ketiga diraih Guruh Anugrah Putra dengan nilai 265,0," jelasnya.

Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Landak mengaku belum memiliki data jumlah kelulusan ujian bagi pelajar tingkat SMP/MTs di kabupaten tersebut. Padahal pengumuman kelulusan ujuan SMP/MTs itu sudah dilakukan Senin (28/5) kemarin.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Landak, Lambertus Benny mengakui, pihaknya belum mengetahui berapa jumlah peserta didik yang lulus dan tidak lulus ujian. Sebab, pihak sekolah baru mengumumkan kelulusan itu pada Senin lalu.

"Kami hanya melakukan rapat dengan para Kepala Sekolah SMP penyelenggara ujian yang dilaksanakan 23 Mei lalu,” ucapnya.

Dikatakannya, softcopy itu selanjutnya diperbanyak lagi oleh masing-masing sekolah penyelenggara. "Kami hanya memperbanyak sejumlah sekolah penyelenggara yang ada di Landak. Kita tetap meminta sekolah penyelenggara untuk melaporkan hasil ujian tersebut kepada kami secepatnya, sehingga kami bisa mengetahui berapa persentase kelulusannya," katanya.

Ia juga menegaskan, penentuan kelulusan UN tersebut memang sepenuhnya ditentukan oleh sekolah melalui rapat dewan guru. Penentuan kelulusan itupun berdasarkan kolaborasi keseluruhan nilai raport, USBN, UNKP dan UNBK serta absensi peserta didik dan syarat lainnya.

"Selain belum mengetahui persentase kelulusan ujian SMP, kita pun belum bisa merincikan peringkat kelulusan SMP yang ada di Landak. Biasanya, peringkat itu ditentukan secara nasional berdasarkan standar nasional yakni UNBK," katanya.

Ia berharap, pada pelaksanaan UNBK SMP pada tahun berikutnya ada penambahan jumlah peserta dan penambahan jumlah penyelenggara ujian.

Diminta Gelar UNBK Mandiri

Pengurus Komite Sekolah SMPN 2 Ngabang, Zulkarnain mengharapkan SMPN 2 Ngabang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri pada pelaksanaan UNBK tahun ajaran 2018/2019 mendatang. Sebab, pada UNBK perdana itu, SMPN 2 Ngabang menumpang di SMAN 1 Ngabang.

"Hal ini jelas tidak efektif. Oleh karena itu kita berharap, pada pelaksanaan UNBK kedepannya, SMPN 2 harus menyelenggarakannya secara mandiri. Apalagi SMPN 2 Ngabang sudah ditetapkan sebagai sekolah rujukan," ujarnya.

Sebagai pengurus Komite Sekolah SMPN 2 Ngabang, ia tetap memberikan dukungan bagi sekolah itu dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana penunjang UNBK itu. "Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi sarana dan prasarana penunjang UNBK tersebut," kata alumni SMPN 2 Ngabang itu.

Selain itu, ia juga sangat prihatin dikarenakan masih ada peserta didik yang belum paham menggunakan komputer atau laptop. "Oleh karena itu, pihak sekolah bisa memikirkan untuk memberikan pendidikan keterampilan komputer kepada peserta didiknya secara rutin. Dengan demikian, ketika peserta didik akan mengikuti UNBK, mereka tidak lagi menemui kesulitan dalam mengoperasikan komputer atau laptop," katanya. (dvi/ang)