Kapolres Landak Klarifikasi Video 'Dipaksa' Makan Babi

Landak

Editor Indra W Dibaca : 955

Kapolres Landak Klarifikasi Video 'Dipaksa' Makan Babi
Screenshot tampilan Facebook. (Ist)
NGABANG, SP - Video paksaan terhadap Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio untuk memakan babi pada saat menenangkan massa di Terrminal Bis Ngabang pada kericuhan yang terjadi Jumat (29/6) lalu, menjadi viral di media sosial.

Sejumlah netizen pun memberikan sejumlah tanggapan. Apalagi viralnya video tersebut terjadi hingga Minggu kemarin. Banyak para netizen membuat status “Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi”.

Salah satu komentar dari akun Facebook Sarip Hidayatullah berkomentar, "Memaksa orang untuk memakan babi atau apapun, bukan budaya Nusantara. Orang Nusantara tahu adab sopan santun”

Adapula akun Facebook Dadang Iswanto yang berkomentar, “Mungkin pak polisi itu non muslim, jadi gak masalah.”

Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar tersebut. Dikatakan, Kapolres Landak merupakan non-Muslim. Akun itu juga memberikan klarifikasi atas viralnya video tersebut.

Berikut klarifikasi akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK:

“MIMIN MAU MENGKLARIFIKASI VIDEO KAPOLRES LANDAK AKBP BOWO GEDE IMANTIO YANG SEDANG VIRAL KARENA TURUT SERTA MAKAN DAGING BABI BEBERAPA HARI YANG LALU.

PERLU KITA TAHU SAUDARA-SAUDARAKU, BAHWA KAPOLRES LANDAK ADALAH SEORANG "NON-MUSLIM". AKBP BOWO BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN.

BELIAU SANGAT DIKENAL BAIK OLEH TOKOH TOKOH AGAMA, ADAT, DAN MASYARAKAT YANG ADA DI KABUPATEN LANDAK SEBAGAI SOSOK YANG MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI TANPA PANDANG BULU, TANPA PANDANG SUKU, AGAMA, DAN RAS.

KARENA BELIAU ADALAH SEORANG NASRANI, SAH-SAH SAJA DAN TIDAK ADA LARANGAN BAGI BELIAU UNTUK TURUT MENCICIPI HIDANGAN DAGING BABI TERSEBUT.”

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio mengatakan, keikutsertaannya duduk dan mencicipi hidangan disitu merupakan salah satu caranya untuk mendekati dan bernegosiasi langsung dengan massa. 

"Kita duduk bersama dan mencicipi hidangan itu kan untuk membangun suasana yang baik. Itu trik kita dalam mendekati masyarakat. Kalau kita mau kendalikan dan bernegosiasi dengan masyarakat, kita harus berbaur dengan mereka,” ujar Bowo, Minggu (1/7) di Ngabang.

Dikatakannya, cara yang dilakukannya lewat bernegosiasi dan duduk bersama masyarakat tersebut berhasil. Akhirnyapun situasi dapat diredam.

“Puji Tuhan, langkah kita untuk bernegosiasi dan bicara dari hati ke hati bersama mereka dalam satu meja dapat berjalan dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam kita menghadapi dinamika Kamtibmas kita pada saat ini," ungkapnya.

Bowo juga meminta masyarakat harus lebih cerdas dalam bermedia sosial, jangan mudah terprovokasi oleh berita Hoax dan selalu utamakan Check, Re-Check, Cross Check dan Final Check apabila mendapat sebuah berita atau kabar di media sosial.

"Toleransi dan saling menghargai satu sama lain harus kita tingkatkan untuk Landak yang aman dan damai, sehingga terbentuklah suatu harmonisasi dalam keberagaman," tutupnya. (dvi)