Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri di Pohon Jeruk

Landak

Editor Indra W Dibaca : 329

Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri di Pohon Jeruk
Korban diperika petugas medis Puskesmas Senakin. (SP/Dev)
LANDAK, SP - Warga Dusun Bayang, Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak digegerkan dengan penemuan mayat gantung diri, Rabu (18/7) sekitar pukul 06.30 WIB. Diketahui mayat tersebut bernama Yurni (46) yang juga warga  setempat. 

Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto melalui Kanit Reskrim Aiptu P. Eko Kusyunianto menjelaskan, mayat tersebut ditemukan pertamakali oleh keponakan Yurni, Risni. 

"Saat itu, Risni akan pergi sekolah menggunakan sepeda motor. Tapi tepat di pinggir Jalan Raya Dusun Bayang, ia melihat sesosok tubuh tergantung di batang pohon jeruk tidak jauh dari rumah warga dan rumah korban. Jarak ke TKP dengan rumah korban kurang lebih 100 meter saja," ujarnya. 

Melihat bibinya tergantung di pohon jeruk, Risni langsung  memberitahukan kejadian tersebut kepada suami Yurni, Suwarno.

"Sekitar pukul 07.20 WIB, pihak keluarga korban atau yang mewakili perangkat Desa Gombang yakni Kadus Bayang, Sahanen  langsung memberitahukan penemuan mayat itu ke Polsek Sengah Temila," katanya. 

Setelah menerima laporan dari Kadus Bayang, anggota Polsek Sengah Temila langsung mendatangi TKP. Polisi pun melakukan olah TKP dan menurunkan korban untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.

"Di rumah duka, korban dilakukan pemeriksaan secara medis oleh perawat Puskesmas Senakin, " jelas Eko. 

Ia menjelaskan, menurut keterangan Suwarno suami korban, istrinya merasa depresi dikarenakan penyakit yang dialaminya tidak kunjung baik.

"Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan terhadap korban. Korban meninggal akibat gantung diri," katanya. 

Kapolsek berpesan kepada warga supaya jangan mudah berputus asa mengakhiri hidup dengan bunuh diri.  

"Mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri tidak akan membuat bebas dari segala permasalahan. Semua cobaan ada akhirnya, pertolongan pasti datang dari Tuhan,” ingatnya. 

Kapolsek menegaskan, atas kejadian tersebut, suami korban, Suwarno menerima atas kejadian itu. 

"Suwarno juga mengatakan, tidak perlu dilakukan otopsi terhadap jasad korban. Selanjutnya korban kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya," kata Sujiyanto. (dvi)