Festival Riam Solakng Kembali Digelar di Sengah Temila

Landak

Editor Indra W Dibaca : 489

Festival Riam Solakng Kembali Digelar di Sengah Temila
Wabup Landak, Herculanus Heriadi memotong bambu setibanya di lokasi Festival Riam Solakng di Kecamatan Sengah Temila. (ist) 
LANDAK, SP - Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Landak kembali menggelar festival Riam Solakng. Festival ini berlangsung di Dusun Petai Bejambu, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila. 

Festival tersebut merupakan festival kedua kalinya yang digelar instansi tersebut. Festival itu sendiri berlangsung Kamis (30/8) hingga Jumat (31/8). 

Even pariwisata yang sudah menjadi agenda tahunan Disporaparekraf Landak ini, mampu menyedot perhatian masyarakat Landak hingga wisatawan regional dari daerah lain.

Dalam festival itu, ada lima kegiatan yang digelar. Kegiatan itu pun meliputi, lomba kuliner berupa makanan ringan yang diikuti 12 grup. Bahan dari lomba kuliner itupun merupakan bahan yang mudah dicari. Bahan-bahan tersebut seperti, jagung, ketela, keladi dan singkong.

Selain itu, dimeriahkan juga dengan penampilan 50 vocal solo yang mengikuti lomba dari berbagai daerah di Kalbar. Ada juga lomba fotografi yang diikuti 23 peserta dan lompa sumpit yang diikuti 31 peserta. 

Festival Riam Solakng tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) Landak, Herculanus Heriadi.

Dalam sambutannya, Wabup mengucapkan terimakasihnya dan memberikan apresiasi kepada seluruh panitia festival Riam Solakng yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

"Dengan demikian, festival ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar," ujarnya.

Menurutnya, festival Riam Solakng ke II tahun 2018 tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata yang dimiliki bumi Landak, baik wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya.

“Festival Riam Solakng ini dapat menjadi salah satu sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan dan mengukuhkan eksistensi parawisata di Kabupaten Landak. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari ruh keistimewaan Kabupaten Landak,” kata Heriadi.

Dengan demikian tambahnya, pariwisata yang terdapat di Landak dapat berkembang. Objek wisata yang ada di Landak pun akan semakin dikenal oleh para wisatawan. 

"Festival seperti ini pun mampu menjadi daya tarik bagi negara lain untuk menikmatinya. Ini juga sekaligus akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung di Kabupaten Landak,” ucapnya.

Diakui Wabup, festival Riam Solakng tersebut sangat bersinergi dengan strategi Pemkab Landak dalam mengembangkan destinasi tujuan wisata. Selain itu, sebagai media untuk menampilkan kreatifitas masyarakat yang ada di Landak. 

"Atas nama pribadi maupun selaku pimpinan di Kabupaten Landak, saya sangat mendukung penyelenggaraan festival ini," tegas Wabup Landak dua periode ini. 

Ia menilai, rangakian kegiatan festival Riam Solakng tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan destinasi tujuan wisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu bisa memberdayakan masyarakat di kawasan objek wisata.

“Saya berharap, tujuan dari peyelenggaraan festival ini menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya oleh Pemkab Landak maupun panitia peyelenggara saja. Tapi melainkan para pelaku wisata dan masyarakat Landak pada umumnya juga memiliki rasa tanggungjawab yang sama," katanya.

"Saya juga berharap, festival ini benar-benar dapat menyentuh masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah dalam mewujudkan peningkatan kunjungan wisata serta peningkatan investasi parawista di Landak," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporaparekraf Landak, Supiana mengatakan, kegiatan festival Riam Solakng yang digelar itu merupakan kegiatan pengembangan objek parawisata unggulan.

"Festival Riam Solakng ini memang kita laksanakan di Dusun Petai Bejambu, Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila. Festival ini kita laksanakan pertama kalinya pada tahun lalu. Sekarang ini sudah kegiatan yang kedua kalinya. Festival inipun akan menjadi agenda tahunan dari Pemkab Landak," ujarnya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan festival tersebut untuk memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan objek wisata yang ada di Landak. Hal itupun dalam rangka pengembangan potensi keparawisataan. 

"Selain itu, festival inipun juga untuk memberikan dampak pada masyarakat sekitar objek wisata Riam Solakng. Saya berharap, dengan adanya festival ini, ekonomi masyarakat sekitar juga dapat berdampak positif. Saya juga berharap, kegiatan ekonomi kreatif di Dusun Petai Bejambu ini dapat berkembang juga, " harap Supiana. (dvi)