UMK Landak Rp 2.003.000, Buruh Masih Pikir-Pikir

Landak

Editor Angga Haksoro Dibaca : 181

UMK Landak Rp 2.003.000, Buruh Masih Pikir-Pikir
Landak, SP – Upah Minimum Kabupaten Landak tahun 2018 ditetapkan Rp 2.003.000. Namun UMK itu dianggap belum mensejahterakan buruh setempat.

“Kalau dibilang layak, saya katakan UMK yang sudah ditetapkan di Landak itu belum mencapai upah layak,” kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera, Kabupaten Landak, Yasiduhu Zalukhu di Ngabang, Selasa (16/10).

Menurut Yasiduhu, sasaran UU Ketenagakerjaan adalah kehidupan layak bagi buruh. Namun aturan itu tidak sejalan dengan Peraturan Pemerintah 78/2015 tentang Pengupahan yang tidak mengakomodir kepentingan buruh.

“Sebab, yang diterapkan hanya upah minimum. Sementara perintah UU adalah upah layak. Kami menghargai apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah pusat dengan menaikan UMP 2019 sebesar 8,03 persen,” kata Yasiduhu.

KSBSI kata Yasiduhu belum memutuskan mengambil sikap terkait penetapan kenaikan UMP 2019. “Kami akan melakukan rapat internal organisasi. Yang menjadi persoalan, apa seluruh karyawan akan menerima upah seperti itu.”

Yasiduhu juga  mempertanyakan fungsi Tupoksi Dinas Tenaga Kerja dan pengawas tenaga kerja.

“Kami mempertanyakan, kemana selama ini Tupoksi dari pengawas itu? Padahal banyak fakta di lapangan yang mengatakan, banyak pekerja menerima upah dibawah UMK yang sudah ditetapkan pemerintah, khususnya di Landak. Kami melihat Tupoksi pengawas sudah tidak ada gunanya,” tuding Yasiduhu.  (dvi)