Minggu, 17 November 2019


Karolin Ajak Petani Tanam Jagung di Areal Sawit

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 64
Karolin Ajak Petani Tanam Jagung di Areal Sawit

TANAM - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa melakukan penanaman padi pada di areal replanting tanaman sawit yang merupakan eks plasma PTPN 13, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, belum lama ini.

LANDAK, SP - Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyrakat untuk dapat memanfaatkan lahan yang ada agar dapat difungsikan dengan baik sehingga dapat menambah penghasilan. Salah satunya dengan menanam jagung di areal replanting tanaman sawit.

“Penanaman jagung ini merupakan langkah yang baik sehingga masyarakat khususnya para petani sawit dapat memiliki penghasilan melalui tanaman jagung,” kata Karolin saat melakukan penanaman perdana budi daya jagung di areal replanting tanaman sawit eks plasma PTPN 13, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, belum lama ini.

"Ini program Presiden Jokowi yang sangat bagus. Di Indonesia yang bisa berjalan cukup luas dan paling sukses hanya di Kabupaten Landak dan saya selaku bupati sangat serius membantu para petani di sini dalam hal meningkatkan pendapatan mereka dan menggusur ini perlu banyak Lembaga dan Kementerian yang harus kita hadapi," tambah Karolin.

Dia menjelaskan program ini merupakan kerjasama yang dilakukan antara pihak pemerintah, masyarakat dan pihak swasta dengan bergotong royong membantu para petani dalam hal membangun pertanian yang baik mulai dari hulu hingga ke hilirnya.

"Program ini akan kita teruskan dari mulai pebibitan, penanaman, pemanenan, dan penjualannya karena disini kita saling bergotong royong. Kami pihak pemerintah memberikan fasilitasnya, masyarakat yang mengolahnya dan pihak swasta dalam hal ini CU Pancur Kasih juga siap untuk membeli hasil pertanian jagung serta pihak swasta yang lain dan program ini akan kita lanjutkan ke desa-desa lain yang ada di Kabupaten Landak," tuturnya.

Untuk itu, Karolin mengajak para petani untuk terus bersama-sama pemerintah berjuang membangun pertanian di Kabupaten Landak, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak.

"Saya menyadari kehidupan para petani yang harus bekerja untuk menghidupi keluarganya, maka dari itu Saya terus mengajak para petani untuk selalu bersama-sama pemerintah dalam membangun pertanian di Kabupaten Landak demi mewujudkan petani landak yang sejahtera," katanya.

Sementara itu, plt. Kadis Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak Alpius mejelaskan, penanaman jagung ini merupakan salah satu contoh dalam memanfaatkan lahan eks sawit ataupun lahan sawit yang bisa dimanfaatkan lahannya.

"Ini merupakan penanaman yang terintgrasi antara tanaman sawit dengan tanaman jagung, dengan tujuan untuk memberikan potensi pertanian lain di lahan sawit ataupun lahan eks sawit. Selain itu, juga bertujuan untuk meningkatkan pertanian Kabupaten Landak menjadi Daerah Swasembada Pangan di Kalimantan Barat," kata Alpius. 

Sebelumnya, Pemkab Landak juga menggandeng sejumlah Credit Union (CU)  dan koperasi yang ada untuk mengembangkan jagung dalam mendukung program kemandirian pangan Pemkab Landak.

"Kami dari Pemkab Landak telah menyerahkan benih jagung pada petani binaan CU Pancur Kasih dan Koperasi Replanting Sawit yang ada di Landak sebagai upaya pengembangan budidaya tanaman jagung," kata Bupati Landak Karolin Margret Natasa.

Benih jagung ini merupakan varietas jagung bisi 18 dengan total benih sebanyak 102.691 kg yang dibagikan ke CU Pancur Kasih dan 11 Koperasi Replanting Sawit yakni Koperasi Pancur Sawit, KSU Kemauan Diri, Koperasi Produsen Nahaya Indah Permai, Koperasi Tunas Bersemi, Matahari Terbit, KSU Titian Sejahtera, KSU Tunas Harapan Bersama, KUD Sama Bangun, Koperasi Sinar Jampana, Serba Usaha Harapan Kita dan Mekar Jaya.

Karolin meminta agar CU Pancur Kasih dan Koperasi Replanting Sawit melakukan pembinaan kepada para petani khususnya petani jagung serta diharapkan dapat membantu petani dalam hal menanpung hasil panen ataupun pemasarannya.

"Produksi jagung Kabupaten Landak pada tahun 2017 sebanyak 11.899 ton, kemudian pada tahun 2018 sebanyak 21.320 ton dan mengalami peningkatan sebesar 79,19 persen. Saya meminta kepada CU Pancur kasih dan Koperasi Replanting Sawit untuk dapat memberikan benih jagung ini kepada para petani serta melakukan pembinaan kepada para petani khususnya petani jagung serta diharapkan dapat membantu petani dalam hal menanpung hasil panen ataupun pemasarannya," tuturnya. (ant/ien)