Kanta, Warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi Berharap Tuhan Angkat Penyakitnya

Melawi

Editor sutan Dibaca : 1390

Kanta, Warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi Berharap Tuhan Angkat Penyakitnya
DERITA PENYAKIT – Sejak 11 tahun silam, Kanta menderita penyakit ini. Daging tumbuh di bawah ketiak itu kian membuat Kanta sulit beraktivitas. Dia butuh uluran tangan dermawan untuk biaya medis. (eko susilo)
Kanta Berharap Tuhan Angkat Penyakitnya Nasib Kanta malang. Sebelas tahun sudah, janda 43 tahun itu tubuhnya berpostur tak wajar. Warga desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing ini, di bawah ketiak kanannya mengapit daging tumbuh berukuran cukup besar.

Ketika ditemui, suaranya waktu itu terdengar lirih. Kanta bercerita getirnya perjuangan melawan penyakit ganas ini. Awalnya, penyakit tersebut hanya benjolan kecil seperti kelenjar saja.

Namun semakin lama tumbuh membesar. Bahkan sudah ada bagian yang mengalami luka lecet. Akibatnya,  dia sekarang agak sedikit kesulitan beraktivitas sehari-hari. Tangan kanannya tak seperti kita yang normal.

 “Jadi terkadang saya lebih mengandalkan tangan sebelah kiri untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Seperti mencuci, mandi dan sebagainya,” terang Kanta.

Penyakit sudah dikandung badan. Kondisi perekonomian yang anjlok pasca sang suami dipanggil Ilahi, membuat dia tak bisa membuang penyakit itu. Karena tak punya uang. Maka tindakan medis pun sulit ditempuh.

Penyakit yang diduga tumor ini sejak 11 tahun silam perlahan menggerogoti tubuhnya. “Kalau sudah pas datang ngilunya, sakitnya luar biasa. Dulu waktu suami saya masih hidup, pernah saya berobat. Tapi, disuruh operasi kata tenaga medisnya. Karena saya sekeluarga tidak ada biaya, maka saya biarkan saja, hingga tidak tahunya malah semakin membesar,” terangnya.

Kanta berjuang seorang diri. Dia membesarkan anak-anaknya. Berbekal keterampilan menganyam bambu untuk menjadi kerajinan, itulah usahanya meraup rupiah.

Hasilnya tentu saja kecil. Tapi untuk Kanta itu sudah lebih dari cukup. Untuk bertahan hidup, mau tak mau dia juga harus merelakan pendidikan sang anak. Biaya minim, putus sekolah.

 “Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan, semoga suatu hari nanti penyakit saya ini bisa sembuh dan bisa memperjuangkan kehidupan anak-anak saya kelak,” ucapnya.


Clara, tetangga Kanta, menyebutkan tetangganya itu termasuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sudah seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Kanta dikenal sebagai wanita yang ramah dan pekerja keras. Bahkan, tak jarang ada tetangga juga yang berempati memberikan bantuan beras untuk meringankan beban memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 “Kami juga tidak tahu pasti, apakah penyakit yang diderita ibu Kanta itu kelenjar getah bening, tumor atau kanker. Soalnya belum ada diagnosa resmi dari dokter ahli yang menanganinya. Semoga saja, ada pihak yang ringan tangan untuk membantu penyembuhannya,” papar Clara.

Clara sendiri berharap agar ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan yang mau membantu pengobatan Kanta. Apalagi mengingat juga sudah tak mampu lagi mengobati penyakitnya. (eko susilo/and)