Tuko’, Lumbung Berbentuk Limas Warisan Leluhur

Melawi

Editor sutan Dibaca : 1216

Tuko’, Lumbung Berbentuk Limas Warisan Leluhur
Bangunan Tuko' atau Lumbung Padi (SUARA PEMRED/ eko susilo)
Kearifan lokal menyimpan padi di lumbung hingga kini masih terus dipertahankan masyarakat etnis Dayak di Desa Penyuguk, Kecamatan Ella Hilir. Lumbung padi atau bahasa setempat disebut Tuko’, menjadi sumber ketahanan pangan masyarakat setempat.

Warga Penyuguk, Saborank di Nanga Pinoh menerangkan, tradisi menyimpan padi di Tuko’ memang telah diwariskan secara turun temurun, sejak zaman nenek moyang.

Sampai kini pun, hasil pertanian dari ladang akan selalu disimpan warga setempat di dalam lumbung.
“Mayoritas warga desa ini dan tetangga memiliki mata pencaharian sebagai petani. Mereka panen sekali dalam setahun dan hasil pertanian masih tetap disimpan di rumah lumbung padi,” katanya.

Saborank menuturkan, satu bangunan Tuko’ masa kini sudah menggunakan atap seng namun tetap dengan bentuk tradisional berbentuk limas, atau rumah panggung yang kecil. Tuko’ dibangun berukuran aneka ragam antara 1 x 4 meter, sampai 4 x 5 meter, sesuai dengan pendapatan hasil panen setiap tahun.


Selain khusus menyimpan hasil panen, setiap lumbung padi didirikan tepat di tengah-tengah, atau disamping rumah tradisional desa setempat atau di kebun warga.


Menurut Saborank, saat ini setidaknya masih ada 60 unit Tuko’ yang masih berdiri kokoh di desa tersebut. Semuanya digunakan untuk menyimpan hasil panen.
 “Kami bersyukur masih bisa mempertahankan tradisi budaya menyimpan padi dalam lumbung sebagai peninggalan budaya para leluhur itu,” ucapnya.

Saborank juga berharap kepada Pemkab Melawi, agar ke depan dalam rangka melestarikan budaya lokal itu, ada perhatian seperti bantuan anggaran terkait merenovasi atau membangun lumbung padi yang baru.

Dia meyakini, apabila berdiri bangunan lumbung padi dengan bangunan yang baru, tertata rapi tanpa menghilangkan makna awal sebagai budaya atau tradisi lokal, maka akan menarik para wisatawan berkunjung ke daerah itu. Sehingga Kabupaten Melawi juga akan terkenal dengan warisan budaya lokalnya. (eko susilo/and/sut)