49.882 Penduduk Kabupaten Melawi Belum Rekam Data e-KTP

Melawi

Editor sutan Dibaca : 752

49.882 Penduduk Kabupaten Melawi Belum Rekam Data e-KTP
ILUSTRASI- Perekaman data (news.viva.co.id)
NANGA PINOH, SP – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Melawi, Sudiyanto mengungkapkan, masih ada 49.882 ribu jiwa penduduk Kabupaten Melawi yang belum melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

“Banyak kendala di lapangan, terutama jangkauan pelayanan kita ini kan secara geografis jauh. Kalau mengharapkan masyarakat yang dari desa atau dusun, biayanya tidak sedikit. Meski pelayanan e-KTP gratis, tapi untuk transportasi pulang pergi, tetap mereka harus tanggung. Di sana kendalanya,” kata Sudiyanto.

Untuk itu, pihaknya pun proaktif melakukan program jemput bola dengan mendatangi desa-desa yang berada di pedalaman guna melakukan perekaman e-KTP. Instansinya berupaya mengejar target agar seluruh penduduk Melawi yang telah wajib KTP bisa memiliki e-KTP seluruhnya.

 “Jemput bola masih gencar kita lakukan sekarang. Pelayanan di kantor juga dilakukan. Pendataan ini juga didukung oleh pihak desa, karena tanpa mereka kita tak bisa berbuat apa-apa. Desa nanti diminta kroscek dusun-dusunnya. Data-data itu yang akan menjadi acuan,” katanya.


Soal jemput bola, Sekretaris Disdukcapil, Hamidun menambahkan, hampir seluruh kecamatan sudah dilakukan perekaman hingga ke desa. Bahkan desa-desa yang berada di pedalaman, seperti pada Kecamatan Ella, Menukung, Sayan dan Belimbing Hulu sudah banyak yang didatangi tim perekam e-KTP.

“Yang tak ada listrik, kita langsung bawa genset sendiri. Sekarang justru desa dalam kota ini yang masih banyak penduduknya belum rekam e-KTP. Kalau ada yang sakit sampai tak bisa berjalan, malah kita yang datang ke rumahnya,” katanya.

Salah satu perekaman yang dilakukan dengan sistem jemput bola digelar di Desa Kenual, Nanga Pinoh. Walau masih berada dalam lingkungan kota kabupaten, namun tak sedikit warga Kenual yang ternyata belum melakukan perekaman e-KTP.

“Animo masyarakat tinggi untuk melakukan perekaman. Mungkin karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Karena kalau disuruh langsung ke Kantor Disdukcapil kadang banyak saja alasannya, mulai yang tak ada kendaraan, jauh atau berbagai hambatan lain,” kata Kepala Desa Kenual, H Atot di Kantor Desa, Selasa (25/10).

Diungkapkannya, ada sekitar 400-500 penduduknya yang belum melakukan perekaman. Padahal dia sudah menyosialisasikan pentingnya memiliki e-KTP pada warganya. “Karena kalau tak ada e-KTP susah mau urus administrasi lain. Mau daftar BPJS juga tidak bisa, atau buat tabungan di bank,” katanya. (eko/ind)