Kisah Pahlawan Nasional Raden Temenggung Setia Pahlawan dari Melawi (Bagian 1)

Melawi

Editor sutan Dibaca : 804

Kisah Pahlawan Nasional Raden Temenggung Setia Pahlawan dari Melawi (Bagian 1)
SKETSA- Wajah Raden Temanggung Setia Pahlawan (SP/Ist)

Berhasil Jadikan Melawi Daerah Makmur

Masyarakat Melawi mesti bangga, karena satu putra bangsa yang menyandang gelar Pahlawan Nasional lahir di Bumi Juang Melawi. Dialah Raden Temenggung Setia Pahlawan, sosok pejuang dikenal gigih melawan penjajah Belanda dari wilayah Sintang hingga Melawi di era 1867-1875. 

Raden Temenggung Setia Pahlawan lahir pada 1771 dengan nama Abdul Kadir. Ia merupakan putra dari Pangeran Urip Abdul-Aziz Kartiko Aryo Utomo dengan Siti Syafiah. Pangeran Urip sendiri merupakan Perwira Tinggi Kerajaan Mataram Jogjakarta yang juga berjuang melawan penjajah hingga akhirnya melakukan hijrah dari kerajaan Mataram ke kerajaan Sintang pada 1767.

Darah pejuang yang mengalir dari ayahnya akhirnya menurun ke Abdul Kadir. Diusia yang terbilang muda pada umur 25 tahun, Abdul Kadir sudah menjadi pembantu utama ayahnya yang menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Kerajaan Sintang di Melawi. 

Kemudian pada 1845 oleh Raja Sintang, ia kemudian mendapat gelar resmi Raden Temenggung dan diangkat menjadi Menteri Hulubalang (bidang keamanan dan Pertahanan) merangkap Kepala Pemerintahan Kerajaan Kawasan Melawi yang berkedudukan di Saka Dua.

Gelar Setia Pahlawan didapatkan Abdul Kadir pada 1866. Karena keberhasilannya membangun kawasan Melawi menjadi daerah yang makmur. Sejak itu, Abdul Kadir menyandang gelar Raden Temenggung Setia Pahlawan.

Cerita perjuangan Raden Temenggung Setia Pahlawan inipun kemudian ditulis oleh keturunannya, yakni Mahdar Hamdani di tahun 1995. Mahdar merupakan generasi keenam keturunan Raden Temenggung Setia Pahlawan melakukan penelusuran sejarah, mulai dengan cerita putra sulung Raden Temenggung, Jigut Abdul Kahar, para keturunan yang tersebar di Melawi dan Sintang. (eko susilo)