Kades Terpilih Diduga Gunakan Ijasah Paket B Palsu

Melawi

Editor sutan Dibaca : 899

Kades Terpilih Diduga Gunakan Ijasah Paket B Palsu
DIDUGA PALSU- Ucang ditemani Kasim, menunjukkan Ijasah Paket B atas nama Suparjan yang diduga palsu. (SP/Eko Susilo)
NANGA PINOH, SP – Dua cakades Tembawang Panjang, Kecamatan Nanga Pinoh, Ucang dan Karim mengadukan Suparjan, Kades terpilih, karena diduga menggunakan Ijasah Paket B palsu saat mendaftar ke BPMPD Melawi. 

“Kami sudah melaporkan ke Camat, BPMPD dan DPRD. Intinya, dugaan soal indikasi ijasah palsu. Jadi kami curiga, kalau ijasah yang digunakan bersangkutan ini bermasalah,” kata Ucang didampingi Karim, saat diwawancarai media, Jumat (18/11). 

Ucang mengungkapkan dirinya baru melakukan pengecekan terhadap Ijasah Paket B milik Suparjan, tidak lama setelah perhitungan suara di Desa Tembawang Panjang. 

Padahal, Ijasah Paket B Suparjan, tercatat dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan tahun 2010. Pada tahun tersebut, justru dari dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menjadi penyelenggara ujian paket B, tapi yang muncul nama orang lain.

"Dari penelusuran ke Dinas Pendidikan, ternyata tidak ada nama Suparjan pada tahun pelaksanaan ujian paket B, yaitu pada 2010," kata Ucang.

Ucang serta Kasim kompak menyatakan tidak mempermasalahkan hasil Pilkades  Tembawang Panjang yang telah memenangkan Suparjan.   Namun, mereka tak bisa membiarkan soal penggunaan ijasah palsu, karena menurutnya seorang pemimpin jangan melanggar hukum.

“Maka kami dalam surat pengaduan ini meminta agar dilakukan penundaan pelantikan dan pembatalan hasil Pilkades. Kami meminta agar kades terpilih  yang bermasalah ini digugurkan dan diganti dengan cakades yang meraih suara terbanyak berikutnya, yakni Ucang,” kata Kasim. (eko)