Ini Alasan Relokasi Dua SD di Nanga Pinoh

Melawi

Editor sutan Dibaca : 825

Ini Alasan Relokasi Dua SD di Nanga Pinoh
RELOKASI- Dua sekolah, yakni SDN 11 dan SDN 5 Nanga Pinoh, yang berdampingan dengan pasar tradisional. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP – Dua Sekolah Dasar (SD) yang berada di dekat Pasar Nanga Pinoh direlokasi. Dua SD tersebut adalah SDN 11 dan SDN 5 Nanga Pinoh. Pasalnya, lokasi sekolah tersebut terlalu dekat dengan pasar. Selain itu, adanya penataan wilayah dan perluasan pasar, juga menjadi sebab pemindahan SD, yang sudah berumur puluhan tahun tersebut. 

“Saya kira dua SD tersebut memang harus dipindahkan. Kalau bisa, di-regrouping saja. Relokasi ini menjadi bagian dari penataan pasar tradisional di Jalan Markasan,” kata Bupati Melawi, kepada Suara Pemred.

Menurut Panji, Pemkab akan memberikan dukungan anggaran untuk pemindahan dua SD tersebut. Sebagai gantinya, Pemkab akan menyiapkan lahan di wilayah yang refresentatif bagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Rencana ini sudah lama, bahkan sejak saya masih di DPRD. Kita juga telah pelajari aturannya, yang penting tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.

Kadisdik Melawi, Joko Wahyono menuturkan ,rencana pemindahan memang diawali adanya perluasan kompleks Pasar Tradisional Markasan. Dua bangunan SD tersebut, tepat di samping pasar. Selain tidak sehat, biasanya KBM juga terganggu.

“Karena kondisinya sudah tidak memungkinkan dan padat.  Jadi dari sisi kesehatan sudah tidak layak. Bau kotoran sampah, suara bising pasar sangat tidak bagus bagi anak-aanak disana,” katanya.

Menurut Joko, seharusnya warga sekolah mendapatkan pelayanan pendidikan dan berada di lingkungan yang sehat. Soal relokasi, sudah dibahas dalam rapat internal dan Disdik berupaya memberikan yang terbaik dengan pemindahan dua SD tersebut.

“Hanya sampai sekarang, belum diputuskan untuk relokasi tersebut. Kita masih minta masukan dari bidang aset serta Bapedda,” papar Joko.

Wacana lokasi baru untuk dua SD, lanjut Joko, kemungkinan akan memanfaatkan lokasi eks lapangan MTQ, di Desa Kenual. Nantinya, Pemkab akan membangun gedung SD permanen dan sesuai standar kelayakan, sebelum dilakukannya relokasi. (eko/mul)