Kadiskes: Melawi Kekurangan Ratusan Tenaga Medis

Melawi

Editor sutan Dibaca : 515

Kadiskes: Melawi Kekurangan Ratusan Tenaga Medis
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Peningkatan status rawat inap  puskesmas  di 10 kecamatan di Kabupaten Melawi, belum diiringi penambahan Tenaga Kesehatan (Tenkes). Pasalnya, adanya peningkatan status, diperlukan tambahan tenkes untuk pelayanan masyarakat agar maksimal.

"Berdasarkan perhitungan Dinkes, setidaknya perlu penambahan sekitar 120 tenkes, mulai dari dokter, perawat, bidan dan para medis lainnya,” kata  Kadiskes Melawi, Ahmad Jawahir, kepada Suara Pemred.

Jawahir menyebutkan, total ada 11 kecamatan  memiliki puskesmas berstatus rawat inap. Kualitas bangunan dan fasilitasnya sangat bagus, sehingga kalau tidak disertai dengan tenkes yang cukup, maka sangat disayangkan.

Oleh karena itu,  Jawahir meminta pemkab  dapat menganggarkan penambahan tenkes  melalui Dana Alokasi Umum (DAU) murni. Sebab, sesuai amanah UU Nomor 36 Tahun 2009, mengharuskan setiap kabupaten/ provinsi menyediakan anggaran kesehatan minimal 10 persen dari APBD, di luar gaji. 

Jawahir mengharapkan seluruh pengambil kebijakan dapat mengerti masalah ini. Dinkes sebenarnya sudah pernah mengusulkan penambahan anggaran kesehatan, sampai kini belum diakomodir. 

“Ya mungkin masih perlu waktu.  Tapi saya mengharapkan pihak terkait, bahwa ke depan kesehatan menjadi salah satu barometer status daerah, selain pendidikan dan PU,” harapnya.

Dukungan anggaran pada bidang kesehatan pun disuarakan oleh tokoh masyarakat Melawi, Sudarmono. Ketua DAD ini menuturkan sektor kesehatan, termasuk pendidikan memang harus menjadi perhatian pemkab  sebagai upaya memajukan daerah.

“Demi kepentingan dan pembangunan, pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas mendapat anggaran lebih,” katanya. 

Hanya, lanjut Sudarmono, penambahan anggaran tetap melihat kemampuan daerah. Bila mencukupi, tidak ada salahnya ditingkatkan, sehingga pelayanan kesehatan di daerah pedalaman semakin maksimal.  (eko/mul)