Langganan SP 2

Tahun 2017, Nasib Ribuan TKD di Melawi Dibahas

Melawi

Editor sutan Dibaca : 784

Tahun 2017, Nasib Ribuan TKD di Melawi Dibahas
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Melawi, hingga kini belum memastikan kuota Tenaga Kontrak Daerah (TKD) 2017. Adanya rencana evaluasi, bahkan pengurangan TKD, semakin membuat lembaga ini was-was. 

“Sempat ada wacana evaluasi TKD. Indikatornya adalah kinerja dan profesionalitas mereka. Kami akan menilai siapa yang layak dipertahankan, karena telah bekerja dengan sungguh-sungguh,” papar Paulus, Kepala BKD Melawi, Paulus kepada Suara Pemred. 

Paulus mengatakan  soal nasib TKD Melawi, masih akan dibahas bersama bupati awal 2017. Banyak pertimbangan yang akan dibahas, termasuk kelanjutan kontrak.

Paulus mengaku akan mendengarkan arahan bupati, untuk evaluasi keberadaan TKD. Sebelum dilakukan evaluasi, kita siapkan bahan-bahannya, agar nantinya mudah menilai kinerja mereka.

Pada rancangan usulan anggaran untuk gaji TKD pada RAPBD Murni 2017, menurut Paulus, Pemkab masih menganggarkan sesuai jumlah TKD yang ada sekarang. Saat ini terdapat sekitar 1.477 TKD yang tersebar di semua instansi dan SKPD.

Adanya perubahan struktur SKPD Melawi, dimana ada instansi yang dihapus, dan dibuka baru, Paulus menerangkan nantinya para TKD ini akan disebar sesuai dengan kebutuhan SKPD tersebut.

“Hanya sementara, saya tidak akan menambah TKD. Jadi instansi yang bubar, kita alihkan TKD tersebut ke SKPD yang baru atau tempat lain. Tentu akan didistribusikan sesuai kebutuhan,” ujar Paulus.

Sedangkan mengenai usulan penambahan Tenaga Kesehatan (Tenkes), yang diajukan oleh Dinkes, Paulus menerangkan hal tersebut akan menjadi kebijakan khusus bupati. Sebagaimana diketahui, sebanyak 10 puskesmas telah dinaikan statusnya. 

“Tenkes jelas harus ditambah, tidak mungkin mengandalkan PNS, yang jumlahnya sedikit. Selama belum ada penerimaan PNS dari pusat, solusinya adalah penambahan TKD,” pungkasnya. (eko/mul)