BBM Langka, Ini Komentar Anggota DPRD Melawi

Melawi

Editor sutan Dibaca : 597

BBM Langka, Ini Komentar Anggota DPRD Melawi
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP –  Kelangkaan BBM pun dikritisi oleh Ketua Komisi C DPRD Melawi, Malin. Ia menilai justru pihak-pihak terkait tak memperhatikan soal distribusi BBM, khususnya jenis premium ke sejumlah daerah di wilayah Kalbar.

“Seharusnya menjelang hari raya Natal dan masa liburan sekolah ini pemerintah bisa menjamin pasokan BBM. Ini yang ada antrian panjang di mana-mana. Bahkan banyak SPBU di Melawi yang bahkan sudah habis hanya dalam waktu tiga sampai empat jam saja,” ungkap Malin. 

Malin mengungkapkan, dirinya harus membeli satu liter Pertalite, dengan harga hingga Rp 11 ribu, pada Minggu (18/12). Pembatasan distribusi BBM ke wilayah perhuluan, termasuk di Melawi ditudingnya menjadi salah satu penyebab BBM sulit didapatkan di SPBU.

“Itu harga di dalam kota Pinoh. Belum lagi kalau di hulu, mau berapa per liternya. Hal seperti ini kerap sekali terjadi di Melawi, dimana distribusi BBM dibatasi. Sementara kita juga akan bersiap menghadapi Natal dan tahun baru,” katanya.

Padahal, lanjut Malin, dengan ketiadaan terhadap subsidi BBM, termasuk kini kebijakan pemerintah untuk menghapus premium di SPBU dan menggantinya dengan Pertalite, sudah seharusnya juga pemerintah bersama Pertamina mencukupi kebutuhan BBM di seluruh daerah.

“Jangan hanya perhatikan Jakarta saja. Sementara di Kalimantan, penduduknya bersusah-susah untuk mendapatkan BBM. Saya berharap distribusi BBM bisa kembali normal sebelum Natal,” tutur Malin. (eko/mul)