Sekda Melawi Ungkap Potensi DAK 2016 Gagal Cair

Melawi

Editor sutan Dibaca : 1111

Sekda Melawi Ungkap Potensi DAK 2016 Gagal Cair
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Sejumlah proyek yang didanai  Dana Alokasi Khusus (DAK), bakal bermasalah. Sebab, hingga kini Pemerintah Pusat (Pempus) belum merealisasikan semua pencairannya.  

Setidaknya,terdapat dana sekitar Rp 20 miliar yang masih tertahan di Kemenkeu dan kemungkinan besar, DAK 2016 ini hangus, karena hingga tenggat pencairan pada Kamis (15/12), belum juga ditransfer.
 

“Soal DAK, laporan terakhir realisasi proyek harus masuk ke Kemenkeu paling lambat pada 15 Desember. Karena untuk pencairan DAK, harus berdasarkan progres kegiatan sebelumnya,” kata Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono.
 

Ivo mengungkapkan, potensi DAK yang tidak cair, karena keterlambatan penyampaian laporan. Apalagi, dari Kemenkeu menolak laporan penyelesaian pekerjaan atau program, bila diserahkan di atas 15 Desember.  

“Hanya memang tidak banyak, yang paling besar ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) yang tidak cair, kemudian PU,” paparnya.  
Menurut Ivo, yang jadi masalah, DAK ini tidak bisa dibayarkan atau dicairkan pada tahun berikutnya. Bila untuk pembayaran tahun depan, sejumlah proyek tersisa ini harus dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU).  

“Realisasi di lapangan sendiri, memang tidak seluruhnya selesai. Ada yang belum selesai. Kami berharap, walau tidak cair seluruhnya, proyek pembangunan tetap bisa selesai,” terangnya.  

Keterlambatan pencairan DAK, lanjut Ivo merupakan dampak dari tertundanya penetapan APBD Melawi. Mengingat APBD 2016 baru berjalan Juni 2016.
  Ditambah berbagai proses lelang dan penetapan pemenang, sehingga sebagian proyek baru bisa berjalan pada Agustus dan September.  

“Hanya, kalau ada proyek yang sudah 100 persen sebelum 15 Desember, tidak menjadi masalah dan langsung kita bayarkan. Karena proyek tersebut sudah kita laporkan,” pungkasnya. (eko/mul)