Kluisen: Sekolah Butuh Dana Tambahan

Melawi

Editor sutan Dibaca : 606

Kluisen: Sekolah Butuh Dana Tambahan
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP- Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen mengatakan, tidak semua pungutan di sekolah termasuk kategori Pungli. Sebab, pungutan sekolah kepada siswa, yang telah disepakati komite sekolah, tentunya dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, bukan pribadi warga sekolah.  
 
“Sekolah tentunya membutuhkan berbagai dana tambahan, agar mencukupi pembiayaan berbagai kegiatan. Dana BOS, baik nasional ataupun daerah, jelas tidak akan mencukupi, sehingga sah-sah saja sekolah meminta bantuan orangtua siswa melalui mekanisme di komite,” paparnya.  

BERITA TERKAIT:

Namun, lanjut Kluisen, sekolah harus bijak dalam menentukan pungutan tersebut. Jangan asal pungut, tetapi tetap berdasarkan hasil musyawarah dengan komite dan Disdik. Demikian pula dengan besaran pungutan, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan orangtua siswa.
 

“Hendaknya melalui kesepakatan bersama. Jangan asal pungut, tanpa adanya musyawarah. Tidak boleh juga memaksa, yang tidak mampu harus dibebaskan, istilahnya ada subsidi silang,” ungkap Kluisen.
 

Mengenai defenisi dan pemaknaan Pungli secara terperinci, Kluisen meminta pihak terkait, bisa memberi pemahaman kepada seluruh sekolah-sekolah di Melawi, sehingga jelas hitam di atas putih.  

“Kita masih bingung dengan istilah Pungli di sekolah, karena biasanya sekolah memang menarik dana iuran komite, yang manfaatnya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak dibiayai oleh BOS dan pemasukan lainnya,” pungkasnya. (eko/mul)

Baca Juga:
Bupati: Yang Pasti, Januari Ini Kita Lakukan Perombakan
PCNU Kayong Utara Usung Hildi sebagai Ketua PWNU Kalbar
Pertama di Kalbar, SMAN 10 Singkawang Terapkan 'Full Day School'