Nasib Jembatan Gantung di Sokan, Ketua DPRD Melawi Berharap Bupati Ambil Langkah

Melawi

Editor sutan Dibaca : 964

Nasib Jembatan Gantung di Sokan, Ketua DPRD Melawi Berharap Bupati Ambil Langkah
PUTUS - Jembatan gantung di Kecamatan Sokan, putus akibat banjir beberapa waktu lalu. (SP/Dok)
NANGA PINOH, SP – Hingga kini pembangunan kembali jembatan gantung di Kecamatan Sokan, yang terputus akibat banjir bandang,
belum ada kejelasan. Padahal, jembatan gantung itu merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan lebih dari delapan desa, menuju ke pusat Kecamatan Sokan dan Ibukota Nanga Pinoh.
 

“Kita berharap, bupati segera mengambil langkah. Perbaikan dan pembangunan kembali jembatan ini harus segera dilakukan. Jembatan ini urat nadi kehidupan masyarakat,” kata Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin.
 

BERITA TERKAIT:
DPRD Minta Pemkab Prioritaskan Bangun Jembatan


Dia mengungkapkan bupati memiliki kewenangan diskresi untuk kepentingan mendesak. Mekanisme percepatan pembangunan, tanpa harus menunggu ketuk palu APBD ini juga sebenarnya tidak melanggar Undang-Undang (UU)
.
 

“Tidak masalah mendahului anggaran, yang terpentingkan ada persetujuan DPRD. Mekanisme lelang juga tetap bisa dijalankan, karena ini untuk kepentingan yang mendesak,” paparnya.  

Menurut Tajudin aktivitas penduduk sangat padat. Anak-anak dari desa seberang Sungai Pinoh dan Sokan,  sedikitnya satu hari  siswa bisa mengeluarkan biaya hingga Rp 10 ribu hanya untuk menuju ke sekolahnya.
 

"Mereka sekarang, kalau mau pergi ke Nanga Pinoh, harus menyeberang dengan bayar Rp 20 ribu, karena membawa motor.. Kalau semakin lama jembatan ini dibangun, maka pengeluaran mereka juga otomatis semakin banyak,” pungkas anggota DPRD asal Sokan ini. (eko/mul)
 

Baca Juga: