Melawi Dapat Jatah Program Cetak Sawah 300 Hektar

Melawi

Editor sutan Dibaca : 1299

Melawi Dapat Jatah Program Cetak Sawah 300 Hektar
LAHAN SAWAH - Satu di antara lokasi yang berpotensi untuk program cetak sawah di Dusun Sebaju, Desa Kebebu. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, Kabupaten Melawi pada 2017, mendapat jatah program cetak sawah seluas 300 hektar pada empat kecamatan, yaitu Nanga Pinoh, Sayan, Belimbing dan Pinoh Utara.    

"Cetak sawah di Melawi dengan dibantu TNI, dan diharapkan dapat meningkatkan hasil panen padi. Cetak sawah ini juga bisa mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan masyarakat," kata Oslan Junaidi, Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Melawi.
 

Dia mengungkapkan pada tahun 2016, cetak sawah kebetulan belum berjalan, dan diharapkan tahun ini bisa maksimal. Anggaran cetak sawah ini melalui Pemerintah Pusat (Pempus) dan pelaksanaannya di lapangan dibantu TNI, hingga penanaman.
 
  
“Hingga 2018, kita targetkan seluruh kecamatan ada lahan cetak sawah baru,” papar Oslan.  

Menurut Oslan, ada sejumlah syarat yang diajukan oleh TNI untuk lokasi percetakan sawah. Mulai dari adanya akses untuk masuknya alat berat, kemudian satu hamparan minimal seluas 25 hektar dan juga ketersediaan sumber pengairan.

“Intinya cetak sawah ini dilakukan pada areal yang memang belum pernah ada sawah. Ada beberapa yang sudah kita survei, seperti di dusun Sebaju, Nanga Pinoh serta wilayah Guhung Todong di desa Mekar Pelita,” katanya.  

Kepala Desa Kebebu, Ahmad Yani mendukung program cetak sawah. Pasalnya, dengan adanya program ini  diharapkan masyarakat  akan beralih dari pola pertanian ladang berpindah ke sawah. 
 
" Namun, program ini juga diiringi pendampingan dari penyuluh,  bantuan sarana dan prasarana serta alat pertanian dari pemerintah. Sehingga masyarakat bisa merasakan langsung program tersebut," harapnya. (eko/mul)

Baca Juga:
Imigrasi Pontianak Deportasi 4 Warga China, Seorang Dipenjara 2 Bulan 
Kodim 1204/Sanggau Amankan Truk Bermuatan Kayu Tanpa Dokumen 
Dugaan Korupsi DAK Disdik 2011 Ketapang, Ini Hasil Audit BPKP