8 Ruko Pasar Laja Terbakar

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 459

8 Ruko Pasar Laja Terbakar
TINJAU RUKO TERBAKAR - Bupati Melawi Panji (bertopi) saat meninjau musibah kebqakaran yang menghanguskan sejumlah rumah toko di Dusun Laja Permai, Desa Paal, Nanga Pinoh, Sabtu (29/4) tengah malam
NANGA PINOH, SP – Sebanyak delapan unit rumah toko (ruko) di Dusun Laja Permai, Desa Paal, Nanga Pinoh, Sabtu (29/4) tengah malam dilalap api. Kobaran api yang berawal dari sebuah toko sembako ini baru berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dalam kurun waktu kurang lebih dua jam.

Empat ruko yang mengalami kerusakan paling parah dan hangus terbakar, sementara empat ruko sisanya mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding yang sengaja dibongkar untuk melokalisir api agar merembet ke bagian bangunan lain.

Salah seorang saksi mata, Susan, pemilik salon kecantikan yang berada di depan deretan ruko tersebut dalam laporan polisi mengungkapkan, dia pertama kali melihat Ahin, pemilik warung kopi (warkop) Sinar Baru memukul tiang listrik di depan ruko sekitar pukul 23.30 WIB.
Di mana saat itu, Ahin sudah mulai melihat adanya titik api muncul dari toko sembako Permai Jaya milik Acin yang berada tepat di samping warkopnya. Saat api mulai berkobar, terdengar dua kali ledakan yang diperkirakan merupakan dari tabung gas yang berada di dalam toko sembako tersebut. Para petugas pemadam kebakaran dari BSPBK Melawi pun langsung sigap mengambil langkah dengan melakukan pemadaman.

Dibantu dengan armada pemadam kebakaran dari Pemkab Melawi, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB. Warkop Sinar Baru dan toko sembako Permai Jaya menjadi dua ruko yang paling parah kerusakannya karena kebakaran tersebut. Sementara beberapa ruko lainnya ada yang hangus pada lantai duanya atau hanya mengalami kerusakan pada dinding dan atap.

Kasat Reskrim Polres Melawi, Iptu I Ketut Agus Pasek Sudina menerangkan, jajarannya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus terbakarnya ruko di samping Pasar Laja tersebut. Dugaan sementara adalah terjadinya korsleting arus listrik pada toko sembako Permai Jaya.

“Kerugian akibat kebakaran ini belum bisa diperkirakan. Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran sebenarnya. Dari pantauan, tingkat kerusakan mencapai 75 persen,” kata Agus, kemarin.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji yang datang meninjau lokasi kebakaran, Minggu (30/4) pagi mengungkapkan, kebakaran terjadi tepat dengan penutupan malam Gawai Dayak. Beruntungnya petugas pemadam kebakaran dapat melakukan pemadaman dengan cepat dibantu dengan masyarakat dan sejumlah aparat.

Ya kita sedih dengan peristiwa ini. Namun setidaknya sekitar pukul 00.30 WIB, api sudah bisa dijinakkan. Karena mengingat deretan ruko ini bersambung terus, hampir tidak ada celahnya. Tentunya sulit untuk dicegah. Ternyata mampu juga petugas kita menyelamatkan secepat mungkin,” kata Panji.

Menurut Panji, tanpa adanya tindakan cepat dan tepat dari petugas, bukan tidak mungkin ruko yang terbakar hanya ada empat atau enam pintu. Namun, bisa meluas hingga ke kanan dan kiri bangunan ruko lainnya yang jumlahnya lumayan banyak. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita yang tergabung dalam BSPBK juga sudah profesional. Kita syukuri dan berharap ini dapat dikembangkan terus oleh mereka maupun kita pemerintah,” ujarnya.

Panji mengatakan Pemkab nantinya akan menggelar rapat untuk menindaklanjuti kasus kebakaran ini bersama BPBD. Termasuk persoalan perizinan ruko yang terbakar ini juga akan dibahas bersama mengingat lahan yang digunakan adalah berstatus Hak Guna Bangun (HGB) di masa pemerintahan Sintang.

“Nanti kita lihat, apakah HGB nya masih panjang atau sudah akan habis. Karena ini terkait dengan proses rehab dan pendirian ruko ini ke depan. Tapi kita berupaya berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” ucapnya.

Ruko yang terbakar dalam peristiwa ini diantaranya warkop Sinar Baru milik Ahin, Toko Sembako Permai Jaya milik Acin, Toko Sembako milik Akiat, Toko Sembako milik Anyu, Bengkel Sepeda Motor milik Acian, serta  Toko Kayu milik Siau Bun Suk sebanyak tiga pintu. Sebelumnya, kasus kebakaran pada daerah ini juga sempat terjadi pada 2013 lalu. Saat itu, deretan ruko di sebelah kiri yang menjadi korban kebakaran. Ada 25 unit ruko saat itu yang hangus terbakar. Kebakaran kali ini lebih cepat ditangani sehingga tak merembet ke pasar serta ruko lainnya.

Dalam musibah kebakaran itu, Panji Bupati Melawi berpesan, mengingat kebakaran kali ini menimpa bangunan-bangunan lama, apalagi sudah beberapa kali terjadi kebakaran di Nanga Pinoh, maupun Melawi, termasuk di antaranya Kantor Bupati Melawi, menurutnya perlu ada kajian dan evaluasi, terutama dalam kaitannya dengan instalasi  listrik.

“Mungkin perlu ada kewajiban instalasi ulang, karena sudah melewati masa waktu. Perlu kita memahami, kapan suatu instalasi listrik dilakukan pergantian. Perlu pemeriksaan rutin dan ini saya nilai penting dan mungkin ke depan menjadi kewajiban, berapa tahun harus ganti instalasi listrik,” kata Panji. Dirinya juga menegaskan, perlu ada kewaspadaan dari seluruh masyarakat, apalagi saat ini memasuki musim kemarau. Semua rumah tangga bisa bersama-sama waspada, apalagi untuk rumah yang berbentuk ruko, dampaknya satu yang terbakar, yang lain juga bisa ikut terkena.

“Mari jaga keselamatan bersama, jangan lihat kepentingan diri kita saja. Yang penting adalah waspada bersama. Api yang begini, kecil menjadi teman, besar menjadi lawan,” ujarnya. (eko/ang)