BNN Provinsi Ingatkan Bahaya Narkoba di Melawi

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 464

BNN Provinsi Ingatkan Bahaya Narkoba di Melawi
SEMINAR - Sejumlah narasumber, termasuk di antaranya Kepala BNN Provinsi Kalbar hingga konselor rehabilitasi narkoba di Melawi menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba pada sejumlah pelajar dan organisasi kepemudaan di seminar narkoba KNPI Melawi.
NANGA PINOH, SP – Narkoba di masa kini kian merajalela, tak hanya tersebar di lingkungan perkotaan semata, tapi juga mampu masuk ke wilayah pedalaman di desa-desa. Sasarannya pun, tak cuma orang dewasa, tapi bahkan sudah mulai merambah ke kalangan pelajar.

“Kasus Narkoba di Kalbar bahkan terbilang tinggi,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalbar, Brigjen Pol Nasrulllah, saat menjadi pembicara di seminar Perang Melawan Narkoba dan Upaya Penyelamatan Generasi Penerus Bangsa di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Selasa (9/5).

Dia menyebut, di tahun 2017 ini, sampai bulan Maret sudah ada 132 kasus, dengan barang bukti mencapai 100 kilogram lebih dengan empat orang bandar yang ditembak mati. Nasrullah menjelaskan, narkoba memang berbeda dengan kasus lain. Dengan semakin meluasnya peredaran narkoba, hampir semua kabupaten di Kalbar, menjadi target sasaran. Ditambah, jarang ada laporan dari masyarakat langsung bila ada kejadian penggunaan narkoba di wilayahnya.

“Tanpa aktifnya penyidik dari kepolisian atau BNN, itu akan semakin sulit untuk mengungkap kasus narkoba. Semua daerah kini saja bisa dibilang terancam, termasuk di Melawi. Sepanjang Kalbar saja 2016 ada 558 kasus, baik di Polda maupun BNN,” ujarnya.

Karena itu, perlu ada sosialisasi intensif agar upaya melawan narkoba bisa dilakukan dari tingkat pelajar sedini mungkin. Memperkenalkan mereka mulai dari jenis hingga dampak buruk penggunaan narkoba diharapkan membuat para generasi muda ini nantinya bertekad untuk menjauhi barang haram tersebut.

“Karena menekan penggunaan narkoba melalui rehabilitasi sebenarnya masih terbilang sulit,” ucapnya. Berdasarkan penelitian Pusdatin mengungkapkan dari 65 ribu pencandu, yang direhab ini tak sampai dua ribuan. Banyak orangtua maupun pemakai yang malu terhadap lingkungan sekitar sehingga tak mau direhab. Nasrullah tak menampik, penyebaran narkoba kini sudah mampu menjangkau pelajar yang masih duduk di tingkat dasar.

Bahkan, seperti di Sanggau, ada beberapa oknum pelajar SMP yang tertangkap oleh bupati dan kepolisian setempat sedang mencoba-coba narkoba. “Sekarang masih rehab jalan di BNNK Sanggau. Artinya perlu ada kewaspadaan sehingga para pelajar dan generasi muda kita jangan sampai terperdaya dengan iming-iming mencoba narkoba,” jelasnya.

Kasat Narkoba Polres Melawi, Iptu Herno Mintoro mengatakan, sepanjang 2016 telah ada 19 kasus narkoba dengan tersangka 18 orang, laki-laki dan perempuan. Sedangkan, di tahun ini pengungkapan kasus narkoba di wilayah Melawi ada lima kasus.

Dari lima kasus tersebut, polisi mengamankan delapan orang tersangka. “Delapan orang tersangka narkoba  tersebut semuanya dewasa. Dua orang di antaranya perempuan,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, dari lima kasus narkoba yang ditangani Polres Melawi, tiga kasus sudah dinyatakan P21, sedangkan dua kasusnya lagi baru tahap I. Para tersangka tersebut dikenakan pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman lima sampai 20 tahun penjara.

“Dari delapan tersangka, ada satu orang yang baru keluar tiga bulan masih bebas bersyarat ketangkap karena menjual narkotika lagi. Ini jadi peringatan bagi pelaku penyalahgunaan narkoba bahwa dampak negatif narkoba selain berurusan dengan hukum, bisa berdampak pada gangguan jiwa atau yang paling tragis mati sia-sia,” katanya. (eko/ang)