RSUD Melawi akan Datangkan Dokter Spesialis

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 852

RSUD Melawi akan Datangkan Dokter Spesialis
PERALATAN CANGGIH - Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan menunjukkan peralatan kesehatan inkubator yang digunakan untuk menangani bayi baru lahir prematur. Peralatan canggih bernilai ratusan juta rupiah ini diklaim hanya dimiliki RSUD Melawi.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Melawi terus  mengalami sejumlah perubahan sepanjang 2017 ini. Setelah, adanya gedung kebidanan baru, juga telah mendapat sejumlah peralatan kesehatan canggih untuk memperkuat fasilitas pelayan kesehatan kepada masyarakat.

Belum puas, Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan mengaku masih berkeinginan untuk menambah tenaga dokter spesialis untuk bertugas di rumah sakit. Dia menurutkan, sejak 12 tahun lalu, RSUD ini tak berkembang, masih Tipe D. Tapi sebentar lagi bakal naik menjadi Tipe C.

“Sebenarnya dari sisi fasilitas kita sudah lengkap, termasuk persyaratan untuk naik status. Dan jangan lupa sekarang direkturnya juga sudah dipegang dokter,” terang Sien saat ditemui Suara Pemred di RSUD Melawi, kemarin.

Mantan Kepala Puskesmas Nanga Pinoh ini mengungkapkan, dari sisi gedung dan peralatan, RSUD Melawi tak kalah dengan rumah sakit lainnya di Kalbar. Dalam beberapa tahun terakhir, peralatan baru berdatangan dari pusat. Misalkan saja peralatan canggih seperti mesin radiologi saja berharga lebih dari Rp2,5 miliar.

Belum lagi fasilitas pada gedung kebidanan yang menjadi tempat untuk persalinan, dan ruang rawat inap bagi anak serta bayi baru lahir. “Kita juga punya incubator canggih. Tiap tahun jumlahnya terus bertambah. Bantuan peralatan ini berasal dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus),” katanya.

Karena berbagai peralatan mewah ini, Sien kerap kali mempromosikan rumah sakit melalui media sosial Facebook. Menurutnya, banyak perubahan yang telah dilakukan sehingga masyarakat mau berobat ke RSUD.


“Sekarang ruang rawat inap untuk seluruh kelas juga sudah bersih. Fasilitas lengkap para ruang VVIP. Air tersedia di WC. Dan yang paling penting adalah pelayanan dipermudah dan kita berupaya seoptimal mungkin menekan terjadinya pungli,” paparnya.

Sien melanjutkan, perbaikan layanan rumah sakit juga menjadi prioritas utama. Maklum, soal pelayanan inilah yang kerap menjadi keluhan pasien di Melawi sehingga lebih memilih rumah sakit swasta yang berada di dalam Kota Nanga Pinoh.

Selain itu, manajemen keuangan juga telah lebih mudah ketimbang Puskesmas karena sekarang kan RSUD Melawi sudah BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Maka direkturnya mudah lakukan inovasi. Seperti rencana membuat rumah singgah untuk keluarga pasien.

“Tak mungkin seperti ini hanya mengandalkan dari dana APBD,” ungkapnya. Satu rencana Sien yang masih diperjuangkannya adalah mendatangkan beberapa dokter spesialis untuk RSUD. Ia bahkan sudah meminta dari sejumlah universitas ternama seperti Universitas Hassanudin Makassar, agar dokter  yang akan menyelesaikan program spesialisnya mau bertugas di Melawi.

“Hanya persoalannya sekarang mereka minta syarat ada rumah dinas khusus dokter di lingkungan RSUD. Ini yang kita belum punya. Semoga nantinya ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” terangnya. RSUD Melawi sendiri, masih dalam proses persiapan akreditasi, karena menjadi syarat dalam kenaikan tipe.

Karena itu berbagai perubahan terus dilakukan, termasuk dalam kaitannya memperbaiki layanan. “Kalau naik tipe, keuntungannya juga bagi kita adalah bisa mendapat klaim BPJS lebih tinggi. Sehingga pendapatan RSUD ke depan juga lebih baik,” pungkasnya. (eko susilo/ang)