Bidan Polindes Nanga Man ‘Kabur’

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 451

Bidan Polindes Nanga Man ‘Kabur’
POLINDES KOSONG - Polindes yang berada di Dusun Selauh, Desa Nanga Man ini sebenarnya masih dalam kondisi sangat baik. Namun sayangnya tak ada petugas kesehatan yang bertugas di sana. Akibatnya masyarakat terpaksa berobat ke desa lain atau harus menuju pu
NANGA PINOH, SP – Desa Nanga Man di Kecamatan Pinoh Utara sudah beberapa bulan ini tidak lagi memiliki petugas kesehatan. Bidan yang sempat bertugas di desa tersebut justru sudah pindah tugas ke daerah lain tanpa alasan yang jelas. Kondisi tersebut tentu menyulitkan masyarakat yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan. Apalagi kasus demam berdarah justru sedang mewabah di desa tersebut.

 “Petugas kesehatan kami sekarang sudah tak ada lagi di Desa Nanga Man. Petugas ini sudah lama pindah ke tempat lain,” keluh Kades Nanga Man, Syafarudin, kemarin. Ia mengaku tak begitu mengetahui alasan bidan tersebut pindah tugas. Karena menurut dia, petugas kesehatan tersebut pergi tanpa alasan yang jelas. Sementara sebenarnya masyarakat membutuhkannya untuk memberikan layanan kesehatan. Bahkan sebagai kepala desa, dia pun tidak mendapat pemberitahuan dari petugas tersebut.

“Tak ada pemberitahuan ke kades saat petugas kesehatan ini pindah. Jadi sekarang masyarakat pun bingung kalau sakit. Karena terpaksa mau tak mau harus pergi ke ibu kota,” katanya. Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir, kasus Demam Berdarag Dengue (DBD) justru kerap terjadi di wilayah Desa Nanga Man. Syafaruddin mengungkapkan setidaknya sudah ada tiga warganya yang terpaksa dirawat di rumah sakit di Nanga Pinoh karena menderita DBD.

“Kekosongan ini sudah terjadi sejak Februari lalu. Sekarang mau tak mau kalau berobat yang harus ke Nanga Pinoh. Walau terpaksa keluar biaya mahal,” ujarnya. Sementara itu, masyarakat di Dusun Selauh, Desa Nanga Man, Halimah mengucapkan hal serup, ketiadaan petugas kesehatan sangat menyulitkan masyarakat, padahal dusun ini sudah memiliki fasilitas kesehatan penunjang yang cukup memadai.

“Sehingga kesannya bangunan ini mubazir. Karena sudah dibangun sejak 2015, tapi justru tak ada petugas kesehatan,” katanya. Halimah pun sangat menyesalkan, kenapa gedung Polindes itu tidak ditempatkan petugas, padahal warga Dusun Selauh lumayan banyak, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK). Dikatakan Halimah, warga Dusun Selauh kalau mau berobat saat ini harus ke Desa Sungai Pinang, Desa Nanga Man atau ke Desa Tekelak.

“Keberadaan petugas di Polindes sangat kami butuhkan, karena kalau kami berobat kedesa lain mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Kalau musim kering jalan bisa kami lalui lewat darat tapi kalau musim hujan harus ditempuh melalui sungai karena jalan becek hancur lebur,” ujarnya. Dia berharap, ke depan pemerintah bisa memperhatikannya dengan menempatkan petugas kesehatan di Polindes Dusun Selauh agar melayani masyarakat, sekaligus memanfaatkan fasilitas yang ada.

“BangunanPolindes itu dibangun dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat,”  katanya. (eko/ang)