Polisi Kawal Dana Desa

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 481

Polisi Kawal Dana Desa
DANA DESA – Seorang warga memasang batu paving sebagai pengeras jalan. Pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa sudah mulai berjalan di sejumlah desa di Kabupaten Melawi. Kucuran anggaran dengan nilai kurang lebih Rp1 miliar per desa di tahun
NANGA PINOH, SP – Pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa sudah mulai berjalan di sejumlah desa di Kabupaten Melawi. Kucuran anggaran dengan nilai kurang lebih Rp1 miliar per desa di tahun 2017 ini diharapan tak sampai bermasalah, apalagi terindikasi adanya penyimpangan. Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin mengingatkan seluruh aparatur desa untuk disiplin dalam mengelola Dana Desa.

“Saya hanya berpesan pengelolaan Dana Desa berjalanlah dengan mekanisme yang ada. Berapa anggarannya, seperti apa peruntukkannya dan teknisnya seperti apa itu Pemda yang atur, aturan yang atur dan kami yang mengawasi,” ucap Ahmad, Kamis (20/7).

Bila nantinya ada penyimpangan atau pelaksanaan di lapangan tak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan apalagi sampai melakukan kecurangan, maka kepolisian siap melakukan tindakan tegas, sesuai dengan porsi yang diberikan. “Kalau ada bolong atau curang, kita bisa berikan tindakan sesuai porsi kita tentunya,” tegasnya.

Fadlin juga menjelaskan, tahapan tindakan ini tidak berarti langsung represif atau langsung menangkap. Karena melihat satu kesalahan tidak bisa melihat pada satu aspek saja. Aspek sosial ikut menjadi perhatian, termasuk kemungkinan ketidaktahuan dari aparatur desa juga menjadi pertimbangan.

“Hanya, kalau memang sudah niatnya mau nyolong itu baru jadi urusan saya,” ucapnya. “Tapi kalau memang ada pertanggungjawabannya bolong-bolong karena kualitas si penyelenggara yang kurang, ya saya dorong ke Pemda, pak tolong ini diajarin. Tolong diingatkan. Itu gunanya asistensi kita,” timpal dia.

Hanya saja  bila sudah diingatkan dan penyelenggara juga tahu bahwa itu melanggar atau menyimpang, polisi akan menindaklanjuti laporan yang masuk. Fadlin juga berharap Dana Desa digunakan sesuai dengan peruntukkannnya.
“Jangan dilanggar aturan, karena saya dengar anggarannya semakin besar tahun depan,” ungkapnya.

Dirinya juga membuka bilamana ada laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa. Namun, Fadlin tetap akan memilah, mana yang memang disengaja oleh oknum kepala desa atau terjadi kesalahan karena kelemahan aparatur serta aspek ketidaktahuan. (eko/ang)

Komentar