Tapal Batas Kalbar-Kalteng Bermasalah

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 625

Tapal Batas Kalbar-Kalteng Bermasalah
ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Sejumlah tapal batas antara Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) di wilayah Kecamatan Sayan, Melawi, ternyata masih sumir. Setidaknya ada dua desa di Sayan yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain di Kalteng yang mesti membutuhkan kejelasan terutama menyoal patok tapal batas kedua provinsi ini.

"Dua desa di Ella Hilir yang berbatas langsung dengan Kecamatan Seruyan itu yakni Desa Penyuguk yang berada di bagian selatan dan Desa Sungai Labuk yang berada di bagian Timur Ella Hilir," kata Camat Ella Hilir, Syaripudin saat ditemui di Nanga Pinoh, kemarin. Menurut Syaripudin di daerah Penyuguk, bagian selatan Ella Hilir berbatasan langsung dengan Desa Tanjung Pakuk, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan, Kalteng.

Tapal batas daerah ini sampai saat sekarang masih dalam tahap koordinsi kesepakatan untuk penyelesaian. "Kalau Desa Penyuguk masih dikoordinasikan batasnya, cuma dari desa ke desa, kecamatan ke kecamatan sudah buat berita acara penyelesaian. Jadi keduanya sepakat menunjuk batasnya, dari desa Penyuguk ke Tanjung Paku. Nanti yang menentukan itu Pemerintah Pusat, karena antar Provinsi," paparnya.

Sementara untuk Desa Sungai Labuk, di Dusun Lalang II juga berbatasan langsung dengan Desa Tanjung Paku, Sungai Seriyan, Kalteng. Kemudian Dusun Lalang I masih di Desa Sungai Labuk, berbatasan dengan Desa Keburai, Kabupaten Katingan, Kalteng Dia menjelaskan, Sungai Labuk ini desa yang berada di bagian timur Kecamatan Ella Hilir, Melawi, di situ ada batas alam, yakni sebuah bukit.

“Proses lanjutnya, kita akan ke dua desa ini, menindaklanjuti berita acara yang ditandatangani, karena ternyata Camat Seruyan belum menandatangani, karena mereka meminta kita (Camat Ella) dulu yang tandatangan," jelasnya. Syaripudin menegaskan, dari masyarakat maupun kecamatan sudah meminta agar persoalan tapal batas ini segera dituntaskan, karena sudah mendapatkan informasi bahwa beberapa warga dari desa yang berada di Kecamatan Seruyan, Kalteng, sudah mulai berladang di wilayah Ella Hilir, Melawi.

"Maka dari itulah kita bergegas memperjelas tapal batas ini. Kita juga minta Pemprov bisa segera menyelesaikan persoalan ini. Mengingat kami sudah memulainya dengan kesepakatan patuk batas antar kecamatan di dua provinsi yang berbeda tersebut," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar Herkulana Mekarryani menyatakan pihaknya menunggu keluarnya lima keputusan Mendagri terkait penyelesaian masalah tapal batas beberapa kabupaten dan kota di Kalbar. "Untuk permasalahan tapal batas antara kabupaten yang ada di Kalbar ini sudah ada beberapa yang berhasil kita selesaikan," kata Herkulana di Pontianak.

Dia menjelaskan, beberapa permasalahan tapal batas antar daerah yang berhasil diselesaikan oleh Pemprov Kalbar diantaranya adalah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, di mana belum lama ini sudah ada kesepakatan antara kedua Pemkab untuk menyepakati hasil keputusan Tim PBD Provinsi Kalimantan Barat.

"Dari hasil kesepakatan tersebut, saat ini kita akan membuat SK Gubernur dan meminta penerbitan Permendagri terkait keputusan tersebut," tuturnya. Kemudian pihaknya juga sudah menyelesaikan permasalahan tapal batas antara Kabupaten Sintang dan Sekadau.

Namun dari Pemkab Sintang melakukan inisiasi terhadap keputusan Gubernur yang sudah dibuat, sehingga permasalahan tapal batas antara Sintang dan Sekadau tersebut masih akan kita revisi. Kemudian batas antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, juga sudah bisa diselesaikan pada bulan Desember tahun 2014 lalu, tinggal menunggu penerbitan SK Mendagri.

Herkulana menambahkan, dalam penyelesaian masalah tapal batas tersebut, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pangdam dan Kapolda yang telah banyak membantu Tim PBD di lapangan. (eko/ant/ang)