Jembatan Sungai Mangat Ambruk

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 405

Jembatan Sungai Mangat Ambruk
ilustrasi
NANGA PINOH, SP – Jembatan Sungai Mangat yang berada di Desa Sungai Bakah, Kecamatan Pinoh Selatan akhirnya roboh. Pondasi jembatan yang memang sudah rusak parah ini sebenarnya mendapatkan anggaran sebesar Rp200 juta untuk perbaikan tahun ini.

Namun karena telah roboh total, membuat dana tersebut tak cukup lagi untuk memperbaiki jembatan yang menghubungkan sejumlah desa di Pinoh Selatan tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPRD Melawi, Kimroni menerangkan, kondisi jembatan tersebut memang sudah parah, bahkan dari Komisi II DPRD Melawi sendiri sudah pernah melakukan peninjauan secara langsung ke lapangan sebelum jembatan tersebut ambruk.

“Tahun ini sudah dianggarkan sebesar Rp200 juta pada APBD tahun 2017 untuk merehab jembatan tersebut, bahkan kontraknya juga sudah dibuat,” ungkapnya. Kimroni menerangkan, dianggarkan dana perehaban sebesar Rp200 juta karena mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan saat itu dana tersebut dirasa cukup untuk sekadar merehab jembatan.

“Namun karena ada kejadian seperti ini, diperkirakan dana untuk rehap sebesar Rp200 juta tersebut tidak cukup. Sehingga perlu dipertimbangkan untuk penambahan pada APBD Perubahan nanti,” ujarnya. Dikatakan Kimroni, hasil koordinasi kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum Melawi, karena anggaran untuk jembatan tersebut harus ditambah, maka untuk ke depannya tidak bisa lagi dengan cara Penunjukan Langsung (PL), namun harus melalui proses tender.

“Sebab hasil koordinasi terakhir kami kepada pihak perencanaan di Dinas PU, untuk membangun kembali jembatan tersebut setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp400 juta,” tuturnya. Menurut Kimroni, saat peninjauan jembatan tersebut tahun lalu, Dinas PU memang sudah merencanakan untuk membangun jembatan rangka baja di atas Sungai Mangat tersebut. Ia pun sempat mengkonfirmasi ke perencanaan di Dinas PU di mana untuk jembatan permanen diperlukan dana sebesar Rp4 miliar.

“Usulan ini rencananya baru akan dimasukkan dalam APBD 2018, lewat DAK. Nah, sembari menunggu realisasi jembatan tersebut, pemkab mengambil inisiatif rehab jembatan sementara agar bisa dilalui masyarakat,” katanya. Kimroni berharap kepada Pemda Melawi supaya mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi persoalan tersebut. Kalau memang dana yang ada kurang, upayakan supaya diambil lagi untuk membangun jembatan tersebut.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena jembatan ini berada di ruas jalan yang menghubungkan dua desa di perhuluan Sungai Mangat yakni Desa Sungai Bakah dan Desa Nyanggai,” ujarnya. Sementara itu, Dedit, pemuda dari Kecamatan Pinoh Selatan mengatakan, sejak jembatan Sungai Mangat tersebut ambruk, masyarakat terpaksa harus menyeberang menggunakan rakit.

“Kalau bawa motor sekali menyebrang Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Tergantung kondisi air surut atau pasang,” ucapnya. Menurut Dedit, jembatan tersebut memang sangat vital bagi masyarakat, karena jembatan tersebut digunakan oleh dua desa yakni Sungai Bakah dan Sungai Mangat, termasuk juga bagi Desa Bina Jaya, karena jalan tersebut juga sebagai akses alternatif bagi masyarakat Bina Jaya yang ingin turun ke Nanga Pinoh. (eko)