Urus Perizinan Kini Bisa Lewat Online

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 369

Urus Perizinan Kini Bisa Lewat Online
LUNCURKAN CETAR - Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono mencoba applikasi e-Base CETAR yang diluncurkan oleh DPMPTSP sebagai pelayananan perizinan berbasis online.
NANGA PINOH, SP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Melawi kini menggunakan sistem daring untuk pengurusan perizinan di kantor tersebut. Masyarakat pun bisa langsung mengakses layanan perizinan melalui telepon pintar yang dimilikinya. Kepala DPMPTSP Melawi, Kusmahendri saat peluncuran sistem baru ini di kantor DPMPTSP, Jumat kemarin menerangkan, penerapan sistem daring memang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat, murah, mudah dan transparan.

“Kami mencoba untuk melakukan inovasi pelayanan publik yang diberi nama Perizinan Model e-base CETAR, untuk mendekatkan kepada masyarakat, mengurangi biaya dan memperpendek rentang kendali,” kata Kusmahendri. Dikatakan Kusmahendri, e-base CETAR ini punya dua konsep, pertama terjadinya perubahan pada peran dan fungsi camat dalam hal ini kecamatan. Selama ini hanya memberikan rekomendasi, namun dengan e-base CATAR ini camat berfungsi sebagai front office (FO) DPMPTSP.

“Camat berwenang menerima berkas, meneliti berkas serta melakukan pemeriksaan lapangan,” ucapnya. Data yang telah diterima, setelah melalui proses di kecamatan di entry ke dalam fasilitas menu 2-base CETAR dan kemudian dikirim ke kabupaten atau DPMPTSP untuk diproses sampai izin diterbitkan dan dikirim kembali ke kecamatan.

“Pelaksanaan perizinan model 2-base CETAR ini merupakan bagian dari paten yang ada di kecamatan,” ujarnya. Selain itu, dengan e-base CETAR ini akan terjadi perubahan pada proses di DPMPTSP yang sebelumnya sistem offline sekarang menggunakan sistim online. Untuk tahap awal ini  baru pada FO kecamatan.

“Tidak menutup kemungkinan semua masyarakat Melawi akan bisa meng-entry izin cukup dari rumah saja. Selain itu masyarakat bisa traking izin yang sedang diproses. Sehingga lebih transparasan, masyarakat tahu izin yang dimohon sudah sampai di mana prosesnya,” terangnya.
Sistem ini diharapkan dapat menutup praktik pungutan liar serta mengurangi adanya calo dalam pengurusan perizinan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berusaha untuk tidak berhubungan dengan proses  pembayaran karena akan disiapkan loket pembayaran yang nantinya akan diisi oleh dinas-dinas terkait yang berhubungan dengan penerimaan daerah.
Sementara itu Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono mengatakan, inovasi pelayanan publik khususnya bidang perizinan dengan konsep perizinan menggunakan model e-base CETAR ini memang sudah lama diharapkan bisa diterapkan di Melawi.

“Dengan model ini mampu menekan biaya, mempermudah urusan, dan memperpendek rentang kendali. Masyarakat tidak lagi harus ke kabupaten, tapi cukup di kecamatan saja, sehingga bisa menekan waktu, biaya dan tenaga,” ungkapnya. Model e-base CETAR ini menjadikan urusan lebih singkat, karena berkas yang dimasukkan di FO kecamatan bisa langsung dikirim DPMPTSP menggunakan aplikasi e-base CETAR tersebut selanjutnya diproses di DPMPTSP sampai izin diterbitkan.

“Apalagi e-base CETAR ini bagian penyelenggaraan paten di kecamatan, untuk itu saya minta kepada bagian pemerintahan untuk mengkaji apa saja urusan yang diserahkan dan menjadi kewenangan camat,” ujarnya. Dia juga mengingatkan dalam memberikan pelayanan, jangan sekali-sekali adanya praktik pungli. Untuk mendukung pelaksanaan pemerintahan yang bersih di Kabupaten Melawi telah dibentuk Tim Saber Pungli, dengan tupoksinya yang sudah jelas.

“Jadi jangan sampai ada PNS kita yang terlibat praktek pungli,” ujarnya. (eko/ang)