Langganan SP 2

Pasokan Lancar, Elpiji Tiga Kilogram Langka di Melawi

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 138

Pasokan Lancar, Elpiji Tiga Kilogram Langka di Melawi
Sidak - Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Melawi melakukan sidak terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di agen dan pangkalan. Pasokan gas ternyata selama ini berjalan lancar
NANGA PINOH, SP – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Melawi disikapi Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopdag) Melawi dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (6/9). Dari sidak yang dilakukan, terdapat kejanggalan.

Gas elpiji yang sempat “hilang” dan dijual mahal di tingkat pengecer, sebenarnya pasokannya lancar. Satu demi satu agen dan pangkalan gas elpiji didatangi saat sidak yang juga diikuti oleh aparat kepolisian dan Camat Pinoh. Agen elpiji yang didatangi di antaranya PT Putra Bungsu Melawi. Di sana tertumpuk ratusan tabung gas elpiji tiga kilogram yang kosong. Sementara gas elpiji ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram tersedia cukup banyak.

“Stok gas elpiji tiga kilo selalu habis di agen. Karena begitu datang, langsung diambil pangkalan,” terang pemilik agen elpiji Putra Bungsu Melawi, H Sayid Faisal. Ia mengungkapkan, jatah delivery order (DO) untuk agen LPG miliknya hanya 17 kali dalam sebulan. Sekali datang ada 560 tabung gas tiga kilogram yang di drop. “Seminggu kita hanya ada empat kali DO. Elpiji tiga kilogram datang setiap Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu,” katanya.

Sayid pun mengakui adanya kelangkaan dan lonjakan harga elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer, sejak lebih dari sebulan terakhir. Namun menurut dia, harga jual di agen tidak berubah yakni Rp17 ribu per tabung. “Datang pun langsung bongkar di truk. Tak sempat turun masuk gudang. Jadi langsung dibagi. Maka stok selalu kosong. Kita tak pernah menyetok,” terangnya. lancarnya pasokan elpiji juga diakui pengelola PT MITA Melawi, Adut.

Ia mengaku, pasokan elpiji tiga kilogram tidak tidak terkendala. Pasokan selalu datang setiap lima hari dalam sepekan. “Kita memang tak hanya suplai ke Nanga Pinoh, tapi juga ke kecamatan lain, mulai dari Sayan, Sokan, Kota Baru, sampai Ella dan Menukung,” terangnya.

Bahkan saat hari libur atau hari raya, dikatakan Adut stok elpiji ditambah dan selalu diserbu oleh pangkalan elpiji. “Yang jelas kita memang tidak jual ke pengecer. Hanya pangkalan,” katanya. Namun, dari sejumlah pangkalan yang ada di dalam kota Nanga Pinoh, sebagian besar memang tutup. Satu pangkalan yang berada di Desa Sidomulyo, yang terlihat beroperasi.

“Kalau kita sebenarnya hampir setiap hari ada masuk. Tapi memang kita tidak mampu suplai semua pelanggan. Jadi yang sudah pesan saja yang kita drop,” kata Iwan, pengelola pangkalan elpiji Arga Kencana Pratama. Iwan mengaku menjual elpiji tiga kilogram Rp18 ribu ke sejumlah warung, maupun rumah makan hingga rumah tangga.

Stok yang ada pun lancar karena pangkalannya menerima setidaknya lebih dari 500 tabung sekali drop. Pengakuan berbeda justru didapat dari penjual elpiji tiga kilogram eceran di toko-toko sembako. Salah seorang pemilik toko sembako di Nanga Pinoh, Diana mengungkapkan, dia mendapatkan harga jual elpiji bersubsidi Rp20 ribu per tabung.

“Paling murah biasa Rp 19 ribu. Maka kami terpaksa jual Rp 23 ribu per tabung. Ini pun kosong,” terangnya. Menurut Diana, stok elpiji  tiga kilogram memang biasa habis dalam sehari. Seperti saat ini, ada 100 tabung yang masuk pada Senin lalu, di hari berikutnya sudah habis terjual.

Fakta pasokan elpiji lancar di tingkat agen dan pangkalan justru berbanding terbalik di tingkat pengecer. Masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Bahkan sampai Rabu (6/9), elpiji tiga kilogram di warung-warung dijual Rp26 ribu sampai Rp30 ribu. “Ini masih di dalam kota. Yang di luar kota seperti Kota Baru dan Sayan sudah sampai Rp 35 ribu per tabung,” kata Nanang, salah seorang warga Melawi. (eko/jee)