Longsor Ancam Pemukiman Warga

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 446

Longsor Ancam Pemukiman Warga
ANCAMAN LONGSOR - Pemukiman yang berada di dekat tepi Sungai Melawi terancam longsor. Abrasi tepian sungai juga membuat tiang listrik terancam roboh
NANGA PINOH, SP – Sejumlah pemukiman warga di areal tepi sungai Melawi, di Desa Melawi Kiri terancam akibat longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Kepala Desa Melawi Kiri Hilir, Darmadi mengungkapkan, wilayah yang terkena longsor akibat curah hujan tinggi, yakni di dusun Pinang Sedia Bersatu. “Empat rumah yang terancan kena longsor. Satu rumah sudah dibongkar, dan pemiliknya sudah numpang tinggal di tempat keluarganya,” ungkapnya di Nanga Pinoh, Kamis (7/9).

Menurut Darmadi, rumah warga yang berada di sekitar lokasi longsor, lantai rumahnya sudah pecah-pecah. Karena retakan tanah sudah memecah badan jalan beton , bahkan retakan tanah tersebut sudah sampai ke tangga rumah warga.

 “Termasuk tianga listrik yang ada gardu juga sudah miring, karena pengaruh tanah yang sudah bergeser,”ujarnya. Darmadi pun minta kepada Pemda supaya segera membangun barau untuk menahan tanah untuk mencegah longsor. Apalagi setiap habis hujan, lokasi longsor terus melebar, karena terkikis air hujan.

“Kalau tidak segera ditanggulangi, tidak hanya rumah warga yang terkena longsor, namun badan jalan juga akan putus,” tuturnya. Dikatakan Darmadi, pihaknya minta bantuan Pemda, karena kalau mengharapkan dana desa, untuk membangun barau di lokasi tersebut tidak mampu, karena lokasi longsor sudah terlampau panjang, dan terus melebar setiap habis hujan. Meskipun terancam bahaya, namun warga yang berada di lokasi longsor enggan untuk pindah meskipun lantai rumahnya sudah pecah karena pengaruh longsor.

“Alasan mereka, kalaupun pindah, mau pindah kemana, sementara tidak ada rumah yang bisa menampung mereka,” katanya. Camat Pinoh Utara, Yusseno pun sudah melakukan pemantuaan di lokasi longsor di desa Melawi Kiri Hilir. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang dia lakukan, ruas lokasi longsor kurang lebih sepanjang 25 meter.

   “Di lokasi tersebut memang harus segera dibuat barau, supaya tanah tidak longsor. Karena selain ada dua rumah, di lokasi tersebut juga ada tiang listrik,”  katanya. Selain mengancam, dua rumah warga, longsor tersebut juga mengancam tiang listrik yang ada gardu.

“Kemarin tali listriknya sudah dikendorkan oleh petugas PLN, tapi hari ini tali yang sudah dikendorkan tersebut terik kembali. Ini menandakan kalau tiang listrik sudah mulai bergeser,” tuturnya. Terkait tiang listrik  yang miring, Yusseno mengatakan, dirinya sudah memberikan laporan kepada Kepala PLN Rayon Nanga Pinoh.

 Ia meminta PLN segera memindahkan tiang litrik tersebut, karena dikhawatirkan tumbang menimpa rumah warga. “Selain itu di bawah tiang tersebut  juga ada jalan umum yang setiap saat dilewati warga,” ucapnya. (eko/jee)

Komentar