Defisit APBD Melawi Makin Bertambah

Melawi

Editor Tajil Atifin Dibaca : 428

Defisit APBD Melawi Makin Bertambah
ilustrasi
 ANGA PINOH, SP – Sumber pendapatan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Melawi bakal semakin berkurang. APBD 2017 kembali karena mengalami defisit akibat pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Pusat.

Bupati Melawi, Panji saat Rapat Kerja Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Kamis (7/9) mengungkapkan tersebut di depan camat dan kepala desa. “Banyak hal yang perlu kita pikirkan dan ketahui terkait anggaran kita yang terancam semakin defisit.

 Di antaranya DBH Melawi tinggal Rp11 miliar, padahal sebelumnya direncanakan Rp 40 miliar lebih. Jadi dari sini saja kita sudah defisit lebih dari Rp 30 miliar,” katanya.

Tak hanya DBH, defisit pada APBN membuat pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah. Termasuk Melawi yang berdasarkan informasi akan mengalami pengurangan sebesar 1,8 persen. “Awalnya DAU kita akan kena potong lima persen. Tapi ternyata dari pusat memotong sebesar 1,8 persen. Artinya sekarang DAU kita akan hilang Rp11 miliar,” katanya.

Dari dua sumber tersebut, lanjut Panji, membuat Melawi kehilangan pendapatan Rp40 miliar. Atau artinya, defisit APBD Melawi juga akan bertambah sebesar angka tersebut. Sementara, dari sisi belanja pegawai, Melawi justru mendapatkan penambahan pegawai baru.

“Tahun ini kami menerima 113 GGD (guru garis depan), 27 bidan PTT, 7 penyuluh, dan tiga dokter spesialis. Mereka masuk per 1 Agustus. Nah, sekarang berapa gajinya per bulan. Untuk lima bulan ke depan, dari mana kita dapat sumber dana untuk bayar ini,” keluhnya. Pemkab Melawi sendiri sudah membatalkan rencana kelanjutan pembangunan Kantor Bupati Melawi tahun ini, mengingat pelaksanaan yang sudah mepet dengan akhir tahun anggaran. Pembangunan kantor senilai Rp21 miliar ini direncanakan kembali masuk dalam APBD 2018. (eko/jee)  

Komentar