Pasokan Lancar, Harga Beras Meroket

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 550

Pasokan Lancar, Harga Beras Meroket
CURAH BERAS – Pedagang beras mencurahkan beras dagangannya. Di Melawi, sejak sepekan terakhir, semua jenis beras mengalami kenaikan mencapai Rp5 ribu per karung 10 kilogram
NANGA PINOH, SP – Sejumlah pedagang beras di Nanga Pinoh mulai menaikan harga jual beras dagangannya. Kenaikan harga dipatok mencapai Rp5 ribu per karung untuk ukuran 10 kilogram. Kenaikan ini telah terjadi sejak sepekan terakhir. Salah seorang pedagang di Pasar Pinoh, Apen mengungkapkan, harga beras termurah di tempatnya dijual Rp110 ribu per karung dan beras termahal Rp125 ribu per karung.

“Beras sekarang banyak mereknya. Mulai dari beras biasa sampai pandan wangi,” ujarnya. Dikatakan Apen, dibandingkan harga barang kebutuhan pokok lain, harga beras memang cendrung stabil. Kenaikan harga jual beras menurut dia juga pernah terjadi, tapi setelah itu turun lagi.

Kenaikannya pun tak memadang merek, karena hampir semua merek mengalami kenaikan. Senada dengan Apen, Zulkifli seorang penjaga toko mengatakan hal yang serupa. Harga beras di toko tempat dia bekerja juga naik. Kenaikan harga beras ini merata pada semua jenis dan merek. “Kenaikan harga beras ini rata-rata Rp5 ribu per karung. Jadi beras biasa maupun beras pandan wangi kenaikan harganya sama-sama Rp5 ribu per karung,” ungkapnya.

Menurut Zul, kenaikan harga beras ini bukan karena kurangnya pasokan atau stok beras, namun karena harga dari agen yang memang sudah naik. Hal ini kemungkinan disebabkan masa panen petani beras di Jawa yang sudah berakhir. “Pasokan beras lancar, dan tidak pernah kekurangan stok. Hanya harganya yang naik perkarungnya. Makanya harga diecaran juga naik,” ujarnya.

Dikatakan Zul, naiknya harga beras seperti sekarang memang menguntungkan petani, karena petani bisa menjual gabah atau berasnya dengan harga tinggi. Tapi satu sisi, kondisi ini menyusahkan masyarakat, mengingat hampir semuanya mengkonsumsi beras yang dipasok dari luar daerah. Sementara, seorang ibu rumah tangga, Lisa menilai kenaikan harga beras belum terlalu mempengaruhi pengeluaran rumah tangganya.

Karena harganya masih terjangkau. Apalagi stok beras masih tersedia cukup banyak di pasar. “Yang penting harganya jangan terus-terusan naik. Kalau bisa kembali normal. Kasihan juga banyak masyarakat kita yang sekarang ekonominya masih susah,” katanya. (eko/jee)