Pemkab Melawi Prioritaskan Pembangunan Tiga Jembatan

Melawi

Editor Tajil Atifin Dibaca : 370

Pemkab Melawi Prioritaskan Pembangunan Tiga Jembatan
Tinjau – Tim dari Kementerian Dalam Negeri saat meninjau lokasi jembatan Melawi II beberapa waktu lalu. Pemkab Melawi akan tetap melanjutkan pembangunan jembatan melalui dana APBD Melawi dengan pola multiyers
NANGA PINOH, SP – Pemkab Melawi tetap melanjutan pembangunan tiga jembatan rangka baja, kendati pinjaman daerah gagal dilaksanakan. Pembangunannya dilakukan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Sekadau tahun 2018.

“Karena sudah masuk dalam RPJMD, maka kami  tetap bangun jembatan itu. Kesulitan pastilah ada, tetapi kami akan berupaya menjawab kesulitan itu dengan berbagai cara, tahapan dan perencanaan yang matang dan baik,” kata Bupati Melawi, Panji, Rabu (4/10).

Panji mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan masih akan direncanakan pembangunannya tahun depan. Pola pembangunan tiga jembatan itu tetap sama. Meskipun sumber pendananya sudah berbeda. Polanya tetap  multiyears atau tahun jamak. Sehingga eksekutif akan bekerjasama dengan legislatif untuk menyepakati pembangunan jembatan.

  
“Karena pembangunan tiga jembatan ini tidak mungkin mampu diselesaikan semua dalam waktu satu tahun anggaran,” ujarnya.

Selain untuk membantu pembiayaan pembangunan, pola multiyers dilakukan juga agar bisa lebih mematangkan perencanaan pembangunan jembatan untuk hasil yang maksimal.

“Misalnya kematangan semen berapa lama, belum lagi proses pemesanan dan mobilisasi rangka jembatan. Sehingga walaupun pekerjaanya bisa diselesaikan dalam satu tahun, tapi tuntutan waktunya lebih dari satu tahun,” tuturnya.


Panji juga menambahkan, dengan pola multiyears ini, maka otomatis dalam kontrak kerja yang akan ditenderkan tetap melihat total anggaran. Tapi dalam APBD tentu disesuaikan dengan prioritas kemampuan anggaran, dan proses pekerjaan untuk ketiga jembatan itu.

  
“Jadi anggarannya nanti disesuaikan tiap tahun dengan kemampuan yang ada dengan pekerjaan yang diurutkan prioritasnya, tapi dalam penyelesainya bisa dua tahun dan bisa lebih dari dua tahun. Artinya kontraknya total, hanya penganggaranya dibagi,” ujarnya. (eko/jee)